spot_img
Rabu 21 Januari 2026
spot_img

LSM Fordem Soroti Layanan RSUD Tasikmalaya, DPRD Turun Tangan

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kualitas pelayanan kesehatan di RSUD dr. Soekarjo kembali menuai kritik. Kali ini, sorotan datang dari Lembaga Swadaya Masyarakat Forum Reformasi Demokrasi (LSM Fordem) yang menilai masih adanya celah serius dalam pelayanan, khususnya bagi pasien dari kalangan masyarakat kurang mampu.

Kritik tersebut disampaikan dalam audiensi bersama DPRD Kota Tasikmalaya yang digelar di Ruang Badan Anggaran (Banggar), Rabu (21/01/2026). Forum tersebut dipimpin Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Heri Ahmadi, dan menjadi ruang terbuka bagi publik untuk menyampaikan persoalan krusial di sektor kesehatan.

Baca Juga: Perempuan di Balik Dokter, HUT ke-71 IIDI Tasikmalaya Perkuat Peran Sosial dan Kesehatan

Kasus Anak Penderita TBC Jadi Alarm Layanan Publik

Dalam audiensi itu, Fordem memaparkan temuan kasus seorang anak penderita Tuberkulosis (TBC) yang tidak memperoleh penanganan optimal. Kasus ini sebagai gambaran nyata masih lemahnya sistem pelayanan kesehatan, terutama bagi pasien dari keluarga tidak mampu.

Perwakilan Fordem menegaskan, persoalan tersebut bukan sekadar kasus individual, melainkan alarm bagi pemerintah daerah agar serius membenahi layanan kesehatan publik.

“Kami tidak ingin ada lagi warga yang merasa ditinggalkan ketika sedang membutuhkan pertolongan medis. Negara harus hadir melalui layanan kesehatan yang adil dan manusiawi,” tegas perwakilan Fordem dalam forum tersebut.

Manajemen RSUD Akui Kelemahan Sosialisasi

Menanggapi kritik tersebut, Kepala Bidang Pelayanan RSUD dr. Soekarjo, Tite Purwaningsih, mengakui adanya kekurangan dalam proses pelayanan. Namun, ia menilai permasalahan tersebut penyebabnya lebih karena kurangnya komunikasi dan pemahaman antara pihak rumah sakit dengan keluarga pasien.

Menurutnya, sosialisasi terkait alur dan ketentuan layanan kesehatan masih perlu penguatan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.

“Ini menjadi catatan penting bagi kami. Evaluasi akan dilakukan, terutama dalam meningkatkan komunikasi dan pemahaman layanan kepada masyarakat,” ujar Tite.

DPRD Pastikan Pengobatan Gratis Hingga Sembuh

Sebagai langkah konkret, DPRD Kota Tasikmalaya memastikan pasien anak penderita TBC yang menjadi sorotan akan mendapatkan penanganan medis secara menyeluruh tanpa terbebani biaya.

Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Heri Ahmadi, menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama pihak RSUD bertanggung jawab penuh terhadap proses pengobatan pasien hingga sembuh.

“Pengobatan berjalan sampai tuntas dengan biaya nol rupiah. Tidak boleh ada diskriminasi dalam pelayanan kesehatan,” tegas Heri.

Ia juga menyampaikan bahwa Komisi IV DPRD akan mendorong perbaikan standar operasional prosedur (SOP) pelayanan kesehatan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Kami berkomitmen memastikan hak dasar masyarakat di bidang kesehatan benar-benar terlindungi,” tambah politisi Fraksi PKS tersebut.

Momentum Perbaikan Sistem Kesehatan

Audiensi ini harapannya menjadi titik balik bagi RSUD dr. Soekarjo dan Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya untuk melakukan pembenahan menyeluruh. Kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan tidak hanya bergantung pada fasilitas, tetapi juga transparansi aturan, empati petugas, serta kecepatan pelayanan.

Masyarakat menanti langkah nyata, bukan sekadar janji, demi terwujudnya layanan kesehatan yang berkeadilan dan bermartabat di Kota Tasikmalaya.


(Abdul)

spot_img

Berita Terbaru