spot_img
Rabu 21 Januari 2026
spot_img

Longsor di Padamukti Garut, Kerusakan Infrastruktur Capai Rp10 Juta

GARUT,FOKUSJabar.id: Cuaca ekstrem kembali memicu bencana hidrometeorologi di Kabupaten Garut. Hujan deras yang mengguyur sejak pagi hari menyebabkan tanah longsor di Desa Padamukti, Kecamatan Pasirwangi, Rabu (21/1/2026).

Longsor tersebut merusak infrastruktur sungai dan mengancam keselamatan rumah warga yang berada di bantaran aliran air.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 10.30 WIB di Kampung Babakan Jati RT 003 RW 001.

Camat Pasirwangi, Bambang Rudijanto, menjelaskan bahwa longsor di picu oleh tingginya debit air hujan yang memperparah kondisi Tembok Penahan Tanah (TPT) Daerah Aliran Sungai (DAS) Cikatung yang sebelumnya sudah melemah akibat banjir pada November 2025 lalu.

Baca Juga: Milad ke-25 BAZNAS Garut, Salurkan Kaki Palsu hingga BPJS untuk Warga

“Struktur TPT DAS Cikatung yang sudah rapuh akhirnya ambruk. Kerusakan di perkirakan mencapai panjang 8 meter, tinggi 3,5 meter, dan lebar sekitar 2 meter,” ungkap Bambang.

Rumah Warga Terancam Roboh, Jembatan dalam Kondisi Rawan

Ambruknya TPT berdampak langsung pada satu unit rumah milik Asep Oseng yang saat ini dihuni oleh Ahmad Nurdin bersama empat anggota keluarganya. Bangunan mengalami kerusakan serius di bagian dinding samping dan dapur.

“Kondisi rumah sudah miring dan muncul retakan halus. Jika terjadi hujan susulan, risiko roboh sangat besar,” jelas Bambang.

Tak hanya mengancam hunian warga, pergeseran tanah juga membahayakan abutment Jembatan Bailey Cikatung yang menjadi akses penting masyarakat. Penyangga jembatan tersebut dilaporkan berada dalam kondisi rawan ambruk.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian materi akibat kejadian ini ditaksir mencapai Rp10 juta.

Penanganan Darurat dan Imbauan Mengungsi

Pasca kejadian, jajaran Kecamatan Pasirwangi bersama Satpol PP, Koramil 1112 Samarang, Polsek Pasirwangi, serta Pemerintah Desa Padamukti langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan awal.

Petugas melakukan pengalihan sementara aliran sungai guna mencegah erosi lanjutan yang dapat memperparah kerusakan infrastruktur.

Demi keselamatan, pihak kecamatan mengimbau keluarga terdampak untuk mengungsi sementara.

“Kami minta penghuni rumah untuk sementara tinggal di rumah kerabat atau tetangga terdekat sampai kondisi dinyatakan aman,” tegas Bambang.

Kebutuhan Mendesak dan Peringatan Cuaca Ekstrem

Menurut Bambang, sejumlah kebutuhan mendesak saat ini meliputi pembangunan bronjong dan TPT permanen, rehabilitasi Jembatan Cikatung, serta perbaikan rumah warga yang terdampak longsor.

Ia juga mengingatkan masyarakat Pasirwangi dan wilayah rawan lainnya di Kabupaten Garut agar tetap meningkatkan kewaspadaan.

“Cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi. Kami imbau warga untuk waspada, terutama yang bermukim di sekitar aliran sungai dan lereng rawan longsor,” pungkasnya.


(Y.A. Supianto)

spot_img

Berita Terbaru