spot_img
Selasa 20 Januari 2026
spot_img

Mengurai Manfaat Tol Getaci bagi Garut Tasikmalaya Ciamis Banjar dan Pangandaran

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Pembangunan Jalan Tol Getaci bukan sekadar proyek infrastruktur beton semata. Bagi masyarakat di wilayah Priangan Timur, jalan tol yang dalam proses ini adalah tumpuan harapan baru untuk memangkas jarak, waktu, dan ketimpangan ekonomi yang selama ini menjadi tantangan klasik di Jawa Barat bagian selatan.

Membentang melintasi kontur perbukitan yang menawan, Tol Getaci diproyeksikan menjadi faktor pengubah keadaan bagi lima daerah kunci koridor selatan. Jalur bebas hambatan ini mampu mengintegrasikan potensi lokal ke dalam rantai pasok nasional secara lebih efisien.

Akselerasi Industri dan Pariwisata Intan di Kabupaten Garut

Bagi Kabupaten Garut, keberadaan Tol Getaci merupakan solusi konkret atas kepadatan kronis di jalur Nagreg dan Limbangan. Dengan adanya akses pintu tol di wilayah strategis Garut, perjalanan dari pusat kota menuju destinasi wisata unggulan seperti Cipanas, Darajat, hingga Gunung Papandayan akan menjadi jauh lebih singkat. Hal ini tidak hanya memanjakan wisatawan, tetapi juga mempercepat distribusi produk UMKM ikonik seperti kerajinan kulit Sukaregang dan industri kuliner khas yang menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan di Garut.

BACA JUGA: Tol Getaci Jadi PSN, Ini Lokasi Gerbang Tol yang Berada di Garut, Tasikmalaya, Ciamis dan Banjar

Reaktivasi Kota Jasa dan Sentra Industri Kreatif Tasikmalaya

Tasikmalaya, yanl sebagai pusat perdagangan di Priangan Timur, akan merasakan dampak signifikan pada efisiensi logistik. Selama ini, perjalanan dari Tasikmalaya menuju Bandung atau Jakarta seringkali tidak terprediksi akibat kemacetan di titik-titik pasar tumpah. Dengan hadirnya tol ini, waktu tempuh dapat dipangkas hingga lebih dari separuhnya. Kemudahan akses ini akan menghidupkan kembali gairah industri bordir, kerajinan tangan, dan sektor jasa yang menjadi identitas kuat wilayah Tasikmalaya di mata pasar luar daerah.

Transformasi Ciamis Menjadi Koridor Penyangga Utama

Kabupaten Ciamis akan bertransformasi menjadi titik penghubung atau hub yang sangat strategis. Sektor agribisnis dan peternakan, khususnya unggas yang menjadi komoditas utama Ciamis, akan mendapatkan keuntungan dari biaya transportasi yang lebih kompetitif. Selain itu, lancarnya arus transportasi di koridor tol ini membuka peluang besar bagi masuknya investasi baru di sektor manufaktur yang dapat memanfaatkan ketersediaan lahan dan tenaga kerja lokal, sekaligus mengurangi ketergantungan ekonomi pada jalur arteri yang sudah jenuh.

Penguatan Peran Kota Banjar Sebagai Gerbang Logistik Antarprovinsi

Sebagai kota transit yang berbatasan langsung dengan Jawa Tengah, Kota Banjar akan semakin memperkokoh posisinya sebagai simpul logistik yang krusial. Konektivitas yang lebih baik melalui Tol Getaci akan meningkatkan volume perdagangan lintas provinsi secara signifikan. Banjar tidak lagi hanya menjadi kota perlintasan, melainkan dapat berkembang menjadi pusat pergudangan dan titik henti strategis yang mampu menangkap peluang ekonomi dari para pengguna jalan trans-Jawa Selatan yang semakin meningkat jumlahnya.

Lonjakan Pariwisata Berkelas Internasional di Pangandaran

Sektor pariwisata adalah yang paling mendapatkan manfaat dengan kehadiran jalur ini di ujung timur Jawa Barat. Pangandaran selama ini memiliki kendala utama berupa jarak tempuh yang cukup melelahkan bagi wisatawan dari arah Jakarta atau Bandung. Keberadaan Tol Getaci akan membuat Pangandaran jauh lebih kompetitif dibandingkan destinasi wisata pantai lainnya. Hal ini akan meningkatkan okupansi hotel secara stabil sepanjang tahun, menarik minat investor properti, dan mendorong standar pelayanan wisata di Pangandaran menuju skala internasional.

BACA JUGA: Tol Getaci dan Jalur Kereta Dinanti, Pelaku Wisata Yakin Kunjungan ke Pangandaran Meningkat

Harapan Baru untuk Pemerataan Pembangunan Jawa Barat

Secara menyeluruh, Tol Getaci adalah instrumen keadilan infrastruktur yang akan menciptakan efek domino ekonomi di wilayah selatan. Selain mengurangi beban kendaraan di jalur nasional, tol ini secara otomatis akan menaikkan nilai jual tanah dan memicu pertumbuhan pusat-pusat ekonomi baru di sekitar gerbang tol. Meskipun tantangan pembangunan masih ada, optimisme masyarakat terus menguat seiring harapan agar Jawa Barat bagian selatan dapat sejajar kemajuannya dengan wilayah utara yang sudah lebih dulu terkoneksi secara modern.

(Anthika Asmara)

spot_img

Berita Terbaru