spot_img
Selasa 20 Januari 2026
spot_img

Hendrik Ditemukan Meninggal Dunia di Sungai Cipamulihan Garut

GARUT, FOKUSJabar.id: Operasi pencarian terhadap Hendrik (23), pemuda asal Kampung Cikohkol yang di laporkan hilang sejak Senin petang kemarin berakhir sudah.

Dan korban di temukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran Sungai Cipamulihan, Desa Salakuray, Kecamatan Bayongbong, Selasa (20/1/2026).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Aah Anwar Saefulloh, membenarkan penemuan jasad korban tersebut.

Baca Juga: Turnamen Bola Volley Ngabuburit Dandenpom Cup III/2 Garut, Uang Pembinaan Rp26 Juta

“Benar, korban atas nama Hendrik telah di temukan sekitar pukul 09.30 WIB pagi ini. Lokasi penemuan berada di Sungai Cipamulihan, wilayah Kampung Bojongloa RT 01 RW 05, Desa Salakuray, Kecamatan Bayongbong,” ujar Aah Anwar saat di konfirmasi FOKUSJabar.id. 

Kronologi Penemuan

Jasad korban di temukan setelah tim gabungan dari BPBD, Disdamkarmat, Polsek Bayongbong, Tagana, dan relawan melakukan penyisiran sungai sejak pagi hari.

Lokasi penemuan di Desa Salakuray berjarak cukup jauh dari titik awal korban di laporkan hilang di Desa Sirnagalih, yang mengindikasikan korban terbawa arus sungai.

Aah menjelaskan bahwa setelah di temukan, petugas langsung melakukan evakuasi terhadap jasad pemuda tersebut untuk di serahkan kepada pihak keluarga melalui prosedur medis terlebih dahulu.

“Tim di lapangan langsung mengevakuasi korban ke darat. Kami sampaikan duka cita mendalam kepada pihak keluarga,” tambahnya.

Baca Juga: Tepas Papandayan ‘Onsen’ Lokal Garut di Kaki Gunung Papandayan

Penutupan Operasi SAR

Sebelumnya, Hendrik di laporkan hilang pada Senin (19/1) sekitar pukul 18.00 WIB. Korban terakhir kali terlihat oleh saksi mata di area persawahan sebelum di duga terjatuh atau berjalan ke arah sungai.

Pencarian sempat di lakukan hingga malam hari namun terkendala jarak pandang.

Dengan telah di temukannya korban, operasi pencarian yang melibatkan berbagai unsur SAR di Kabupaten Garut resmi di hentikan.

“Terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat, mulai dari Polsek, Tagana, perangkat desa, hingga warga sekitar yang membantu proses pencarian ini hingga korban di temukan,” pungkasnya.

(Y.A. Supianto) 

spot_img

Berita Terbaru