spot_img
Selasa 20 Januari 2026
spot_img

Driver Ojol Tasikmalaya Curhat ke Wapres Gibran, Soal Sulitnya Cari Kerja 

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Di tengah hiruk pikuk Pasar Cikurubuk yang ramai, sebuah pertemuan tak terduga terjadi pada Selasa (20/1/2025) pagi.

Bukan tentang seremoni formal, melainkan tentang suara hati seorang pria yang berjuang di kerasnya aspal jalanan.

​Andi Somantri (32), seorang driver ojek online asal Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, mendadak jadi sorotan setelah keberaniannya menyampaikan “unek-unek” langsung di hadapan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka.

Dari Buruh Garmen Menjadi Pejuang Aspal

​Langkah Andi hari itu sebenarnya tak terencana. Saat sedang melintas, ia melihat kerumunan warga menyambut kedatangan orang nomor dua di Indonesia tersebut. Tanpa konsep, tanpa naskah, Andi hanya membawa satu modal, harapan.

Baca Juga: Wapres Gibran  Rakabuming Beli Bawang Daun di Pasar Cikurubuk 2 Kg 

​Andi adalah potret nyata badai ekonomi. Dahulu, ia adalah pekerja tetap di sebuah pabrik garmen Theodore Cisayong Kabupaten Tasikmalaya dengan penghasilan pasti. Namun, badai PHK memaksanya banting setir menjadi driver ojol.

​”Sekarang penghasilan tidak menentu. Sangat berbeda dengan dulu saat masih di garmen yang punya gaji tetap,” ungkap Andi dengan nada getir.

Aspirasi dari Jantung Kota Tasik “Hapuskan Batasan Usia!”

​Saat Mas Wapres menyapa pedagang, Andi “tancap gas” mendekat. Ia tidak meminta bantuan instan, melainkan meminta kebijakan yang berpihak pada rakyat kecil. Ada dua poin besar yang ia sampaikan:

​Ketersediaan Lapangan Kerja: Andi menegaskan bahwa sulitnya mencari kerja bukan hanya isu di Tasikmalaya, tapi juga di seluruh pelosok Indonesia.

​Diskriminasi Usia: Ini adalah isu yang paling menyentuh. Di usia 32 tahun, Andi merasa “terbuang” dari bursa kerja formal karena adanya batasan usia maksimal yang biasanya 25 atau 27 tahun.

​”Saya minta agar dalam masalah kesempatan kerja ini tidak ada batasan usia Banyak umur 30 tahun susah mencari kerja. Jadi usia berapapun bisa mendapatkan pekerjaan. Pemerintah pusat maupun daerah jangan membatasi itu,” tegasnya.

​Respon Wapres Gibran dan Harapan Baru

​Mendengar curhatan spontan tersebut, Wapres Gibran Rakabuming memberikan respon positif. 

Mas Wapres Gibran Rakabuming mendengarkan dengan seksama setiap kata yang keluar dari mulut Andi. Bahkan, Mas Wapres langsung meminta Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, yang mendampinginya untuk memberikan penjelasan lebih lanjut kepada Andi.

​Bagi Andi, momen beberapa menit itu terasa sangat melegakan. Beban yang selama ini terpendam di pundaknya saat menarik gas motor, kini telah berpindah ke telinga pemimpin negara.

Baca Juga: Penanggulangan Terorisme, Pelibatan TNI Harus Diposisikan Sebagai Support To Civil Authority

Masa Depan yang Lebih Baik

​Andi Somantri kini kembali ke jalanan dengan harapan yang lebih besar. Ia bermimpi agar anak-anak yang baru lulus sekolah nanti tidak perlu merasakan pahitnya menganggur seperti dirinya.

​”Semoga ke depan pemerintah benar-benar memperhatikan lapangan pekerjaan dan membukanya seluas-luasnya. Saya ingin Indonesia di masa depan jauh lebih baik,” tutup Andi.

​Kisah Andi adalah pengingat, bahwa di balik jaket hijau dan kemudi motor, ada jutaan harapan yang digantungkan pada kebijakan pemerintah. Keberanian Andi adalah suara dari mereka yang seringkali tak terdengar.

(Abdul)

spot_img

Berita Terbaru