MAKASSAR, FOKUSJabar.id: Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Sulsel sudah mulai melakukan identifikasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT).
Mengutip kompas.com, keluarga kopilot Farhan Gunawan mendatangi Posko Ante Mortem Biddokkes untuk menjalani pengambilan sampel DNA.
BACA JUGA:
79 Pasgat TNI AU Bantu Pencarian Pesawat ATR 42-500
Sampel DNA di ambil dari adik kandung Farhan, Haerul Gunawan sebagai bagian dari proses pencocokan data korban.
Tim DVI Biddokkes Polda Sulsel mengambil sampel berupa darah dan air liur sesuai prosedur standar identifikasi.
Kapolda Sulsel, Irjen Pol Djuhandhani Raharjo Puro mengatakan, selain melakukan upaya evakuasi, pihaknya juga memprioritaskan proses uji ante mortem terhadap para korban.
“Sudah di sampaikan, dalam rangka pembuktian terhadap korban sudah di sepakati bahwa Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Makassar sebagai rujukan untuk melaksanakan uji Ante Mortem,” katanya.
Pihaknya menggandeng Mabes Polri dalam pemeriksaan DVI untuk memperkuat proses identifikasi korban.
“Saat ini korban ataupun keluarga korban yang hadir untuk di periksa atau di cek data Ante Mortem-nya ada satu orang. Yaitu, adik kandung dari Kopilot,” ungkap Kapolda.
Polda Sulsel juga menyiapkan skema khusus bagi keluarga korban yang berada di luar daerah yang tidak dapat datang langsung ke Makassar.
“Kita mengambil langkah-langkah strategis mana kala keluarga korban tidak bisa hadir. Kami akan memperdayakan seluruh Biddokkes dengan berkoordinasi dengan Kapus Dokkes untuk jemput bola,” jelas Djuhandhani.
BACA JUGA:
Pencarian Pesawat ATR 42-500 Terkendala ELT
Salah satu langkah tersebut dilakukan Biddokkes Polda Jawa Barat yang mengambil sampel ante mortem dari keluarga korban di wilayah Bogor.
Data ante mortem selanjutnya akan dikirim ke Biddokkes Polda Sulsel untuk dicocokkan apabila proses identifikasi korban memasuki tahap lanjutan.
(Bambang Fouristian)


