spot_img
Senin 19 Januari 2026
spot_img

Minyakita Menghilang dari Pasar, Pemda Ciamis Dorong Peran Bulog

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Kelangkaan Minyakita di pasaran belakangan ini diduga dipicu oleh kombinasi faktor global dan kebijakan distribusi dalam negeri. Fluktuasi harga Crude Palm Oil (CPO) di pasar internasional serta belum optimalnya pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO) oleh produsen disebut menjadi penyebab utama seretnya pasokan minyak goreng subsidi tersebut.

DMO merupakan kebijakan pemerintah yang mewajibkan produsen minyak sawit memenuhi kebutuhan minyak goreng dalam negeri sebelum melakukan ekspor. Skema ini bertujuan menjaga ketersediaan Minyakita di pasaran sekaligus menstabilkan harga melalui subsidi dan penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Baca Juga: Polres Ciamis Tangkap Dua Pelaku Curanmor di Perum Dewasari

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Industri Kabupaten Ciamis, Dadan Wiadi, membenarkan bahwa Minyakita saat ini sulit ditemukan di sejumlah lapak pedagang, khususnya di Pasar Manis Ciamis.

“Berdasarkan laporan yang kami terima, memang dalam beberapa waktu terakhir Minyakita sulit diperoleh. Banyak pedagang yang sudah tidak lagi menjual karena stoknya kosong,” ujar Dadan, Senin (19/1/2026).

Ia menambahkan, pemerintah tengah mengkaji skema distribusi baru untuk mengantisipasi kelangkaan yang berulang. Salah satu wacana yang berkembang adalah pelibatan Perum Bulog sebagai distributor Minyakita, selain jalur distribusi yang sudah berjalan saat ini.

“Mudah-mudahan dengan pola distribusi baru, termasuk keterlibatan Bulog, pasokan Minyakita bisa kembali normal dan stabil,” katanya.

Pedagang Beralih ke Minyak Non Subsidi

Dampak kelangkaan Minyakita dirasakan langsung oleh pedagang pasar. Dede, salah seorang pedagang di Pasar Manis Ciamis Blok F, mengaku sudah cukup lama tidak lagi menjual Minyakita karena sulit didapatkan dari distributor.

“Sudah lama kosong, susah sekali dapat Minyakita. Sekarang saya hanya jual minyak kemasan non subsidi,” ungkapnya.

Menurut Dede, harga minyak goreng non subsidi termurah yang tersedia di kiosnya saat ini dijual dengan harga Rp17.000 untuk kemasan 800 mililiter. Kondisi tersebut membuat konsumen, terutama masyarakat berpenghasilan rendah, terpaksa mengeluarkan biaya lebih besar untuk kebutuhan minyak goreng sehari-hari.

(Husen Maharaja)

spot_img

Berita Terbaru