spot_img
Senin 19 Januari 2026
spot_img

Garut Zero Waste Ajak Masyarakat Perangi Kerusakan Alam dari Rumah

GARUT, FOKUSJabar.id: Co-Founder sekaligus Ketua Komunitas Garut Zero Waste (GZW), Krismiyati memberikan peringatan keras mengenai dampak kerusakan alam jika tidak ditangani secara sistematis.

Menurut Krismiyati, kunci utama penyelesaian masalah lingkungan. Khususnya sampah adalah perubahan perilaku di tingkat rumah tangga.

BACA JUGA:

Kebakaran Landa Pasar Samarang Garut, Kerugian Capai Rp70 Juta

“Kampanye utama kami adalah mengajak sebanyak-banyaknya orang memilah sampah dari rumah. Kami sadar menyelesaikan masalah sampah tidak bisa sendirian. Harus ada kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, komunitas hingga pihak swasta,” jelas Krismiyati, Senin (19/1/2026)

Sejak di deklarasikan pada tahun 2019, Garut Zero Waste terus bergerak melalui berbagai program unggulan. Di antaranya, GZW Goes to School, sebuah edukasi formal dari jenjang PAUD hingga Perguruan Tinggi.

Kemudian, GZW Goes to Office yang menyasar instansi pemerintahan dan tingkat desa.

Sementara GZW Goes to Kampung lebih ke sosialisasi berbasis masyarakat (PKK, Posyandu dan Karang Taruna).

Dan Ngopi (Ngobrolin Plastik & Isu Lingkungan) merupakan sebuah Forum diskusi rutin bulanan yang di inisiasi sejak 2025.

“Harapan kami kegiatan ‘Ngopi’ bisa konsisten dilakukan. Semoga semakin banyak orang yang tertarik dengan isu hijau dan sadar untuk bertanggung jawab terhadap sampah yang mereka hasilkan sendiri,” imbuhnya.

BACA JUGA:

Begal Berkedok DC Merajalela, Ormas GAS Segera ‘Serbu’ Kantor Leasing di Garut

Krismiyati berharap, melalui diskusi rutin ini masyarakat tidak hanya sekadar terpapar informasi. Namu bertransformasi menjadi agen perubahan di lingkungan terkecil mereka.

Hingga saat ini, Garut Zero Waste terus konsisten menjadi motor penggerak edukasi pengelolaan sampah berkelanjutan demi menciptakan ekosistem masyarakat Garut yang sadar lingkungan melalui aksi nyata dari sumbernya.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Garut, Edy Kuntoro mengapresiasi inisiatif anak-anak muda di GZW.

Menurutnya, gerakan akar rumput seperti ini adalah aset vital bagi masa depan lingkungan di Kabupaten Garut.

“Pemerintah Kabupaten Garut sangat mengapresiasi karena ternyata di sini berkumpul para pegiat yang sangat peduli terhadap lingkungan. Termasuk persoalan sampah di dalamnya,” kata Edy.

Sekdis Limgkungan Hidup menekankan pentingnya keberlanjutan aksi ini.

“Mudah-mudahan kegiatan ini tidak berhenti hari ini. Tapi berlanjut lebih luas lagi dengan melibatkan berbagai pihak untuk berkolaborasi bersama,” tambahnya.

Sebagai informasi, diskusi bulanan bertajuk “Ngobrolin Plastik dan Isu Lingkungan berlangsung di Sekretariat GZW, Perum Abdi Negara 1, Kecamatan Karangpawitan, Munggu (18/1/2026).

Tema yang di usung, “Ekosida: Ketika Alam Dibantai Secara Sistematis.”

Acara ini menjadi wadah pertemuan lintas elemen. Mulai dari aktivis lingkungan muda hingga perwakilan birokrasi guna membedah ancaman kerusakan ekosistem global yang berdampak pada lokalitas Garut.

(Y.A. Supianto)

spot_img

Berita Terbaru