spot_img
Senin 19 Januari 2026
spot_img

Defisit Anggaran Rp436 M, Sekda Garut Instruksikan SKPD ‘Jemput Bola’ ke Pusat

GARUT, FOKUSJabar.id: Sekda Garut Jawa Barat (Jabar), Nurdin Yana mengungkapkan, saat ini Pemda tengah menghadapi tantangan serius terkait keterbatasan anggaran pada tahun 2026.

Dia memprediksi PemKab Garut mengalami kekurangan anggaran atau defisit hingga mencapai Rp436 milyar.

BACA JUGA:

Garut Zero Waste Ajak Masyarakat Perangi Kerusakan Alam dari Rumah

Menyikapi kondisi tersebut, Sekda Garut menegaskan agar seluruh Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tidak hanya berpangku tangan.

Dia menginstruksikan para pejabat untuk proaktif mencari peluang anggaran di tingkat nasional.

“Pak Bupati sering menyampaikan, tolong Anda jangan diam di kantor. Lari ke sana kemari agar kita bisa mengakses program-program nasional,” kata Nurdin Yana saat Apel Pagi Gabungan, Senin (19/1/2026).

Sekda mengaku kecewa terkait terhambatnya beberapa rencana pembangunan strategis. Termasuk pembangunan Sekolah Rakyat senilai Rp250 milyar yang sempat menggantung pada akhir 2025 akibat kendala teknis.

Untuk itu, pihaknya berencana melakukan koordinasi langsung ke pemerintah pusat guna memastikan program strategis nasional tetap berjalan sesuai skenario.

Sekda juga menekankan penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dia meminta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) untuk memimpin evaluasi rutin terhadap realisasi pendapatan di setiap SKPD.

BACA JUGA:

Begal Berkedok DC Merajalela, Ormas GAS Segera ‘Serbu’ Kantor Leasing di Garut

“Lakukan evaluasi per minggu atau per dua minggu untuk mengecek sejauh mana realisasi pendapatan di masing-masing SKPD. Termasuk peran Camat,” tegasnya.

Selain persoalan fiskal, Nurdin Yana juga menyoroti pentingnya reformasi birokrasi dan kedisiplinan pegawai.

Dia menyebut, proses regenerasi dan pengisian jabatan yang kosong akan dipercepat sesuai dengan sistem merit.

Kedisiplinan kehadiran pegawai pun menjadi poin utama yang dipantau langsung oleh Bupati. terutama penggunaan aplikasi kehadiran yang kini juga menyasar unit-unit pelaksana seperti UPT dan tenaga pendidik (guru).

Bahkan, Sekda membuka peluang adanya kebijakan merger bagi satuan pendidikan yang dinilai tidak representatif atau tidak produktif.

BACA JUGA:

Ada-ada Saja! Bumil Ingin Jalan-jalan Pakai Mobil Disdamkarmat Garut

Sekda mengingatkan seluruh jajaran untuk tidak menutup mata terhadap keluhan masyarakat yang viral di media sosial.

Dia meminta dinas teknis untuk langsung terjun ke lapangan setiap kali ada laporan dari warga.

“Apa yang menjadi keinginan atau celotehan masyarakat di medsos jangan dipandang sebelah mata. Sikapi, yakinkan teman-teman di lapangan bergerak. Sehingga masyarakat merasa kita hadir di tengah kebutuhan mereka,” pungkasnya.

(Y.A. Supianto)

spot_img

Berita Terbaru