spot_img
Minggu 18 Januari 2026
spot_img

Bumi Perkemahan Cikabuyutan, Surga Sunyi di Selatan Tasikmalaya yang Gratis dan Sarat Pesona

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Di saat destinasi wisata populer kian padat dan bising, pesisir selatan Tasikmalaya justru menyimpan ruang sunyi yang menawarkan pengalaman berbeda. Bumi Perkemahan Cikabuyutan, yang berada di Desa Sindangjaya, Kecamatan Cikalong, perlahan muncul sebagai pilihan wisata alam yang sederhana, alami, dan ramah di kantong.

Tanpa tiket masuk dan tanpa hiruk-pikuk keramaian, kawasan ini menghadirkan kemewahan yang tak bisa dibeli: ketenangan. Perpaduan muara Sungai Cimedang yang teduh dan bentang tebing batu bersejarah menjadikan Cikabuyutan sebagai destinasi ideal bagi pencari kedamaian.

Baca Juga: Idrisiyyah Hadirkan Umrah Berbasis Tasawuf, Perjalanan Ibadah yang Menyentuh Kalbu

Muara Sungai yang Menjadi Kolam Alami

Salah satu pesona utama Cikabuyutan terletak pada muara Sungai Cimedang. Berbeda dengan karakter ombak pantai selatan yang dikenal ganas, perairan di muara ini justru tenang dan bersahabat. Airnya jernih dengan pantulan warna langit yang menenangkan mata.

Kondisi arus yang landai serta kedalaman yang relatif dangkal membuat area ini aman untuk aktivitas berenang, terutama bagi anak-anak. Tak jarang, pengunjung menikmati momen santai sambil menyaksikan nelayan lokal menebar jaring di sekitar muara.

Menariknya, hasil tangkapan nelayan bisa langsung dibeli dan diolah di lokasi. Sensasi menikmati ikan bakar di tepi sungai menghadirkan pengalaman ngeliwet khas pesisir yang sulit dilupakan.

Magnet Baru bagi Penggemar Mancing

Tak hanya ramah untuk wisata keluarga, Cikabuyutan juga menjadi primadona baru bagi para pemancing. Letaknya yang berada di jalur perlintasan ikan dari laut menuju sungai membuat muara ini menyimpan potensi tangkapan berukuran besar.

“Daya tariknya ada di ukuran ikan. Di sini cocok buat yang suka uji adrenalin karena lawannya ikan besar,” ujar Liman, warga setempat yang kerap mendampingi pemancing dari berbagai daerah.

Bagi komunitas mancing, Cikabuyutan bukan sekadar spot biasa, melainkan arena yang menjanjikan sensasi tarikan kuat dan cerita seru untuk dibawa pulang.

Tebing Batu Sarat Cerita Sejarah

Tak jauh dari muara sungai, berdiri jajaran tebing batu unik yang dikenal dengan nama Sedong Kompeni. Tebing ini menyimpan nilai sejarah sekaligus pesona visual yang khas.

Menurut cerita turun-temurun warga setempat, area tersebut dahulu kerap digunakan tentara Belanda sebagai tempat berlindung. Struktur batu yang menjorok ke depan mampu melindungi dari hujan tanpa perlu atap tambahan.

“Orang tua dulu bilang, ini tempat kompeni berteduh. Karena itu disebut Sedong Kompeni,” tutur Liman.

Kini, tebing batu tersebut menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi pencinta fotografi. Tekstur alami dan bentuknya yang eksotis menjadikannya latar foto yang unik dan jarang ditemui di destinasi lain.

Akses Mudah, Fasilitas Cukup

Meski disebut sebagai hidden gem, Bumi Perkemahan Cikabuyutan sebenarnya mudah dijangkau. Lokasinya tak jauh dari jalur nasional Sukabumi–Pangandaran, sehingga cocok dijadikan titik singgah perjalanan lintas selatan Pulau Jawa.

Kondisi jalan desa menuju lokasi cukup baik dan bisa dilalui kendaraan pribadi hingga mendekati bibir muara. Di sekitar area juga tersedia warung warga serta fasilitas kamar mandi yang bersih untuk kebutuhan pengunjung.

Menariknya, hingga kini pengelola masih membuka kawasan ini secara gratis tanpa pungutan biaya masuk.

Bumi Perkemahan Cikabuyutan menjadi bukti bahwa wisata berkualitas tak selalu identik dengan harga mahal. Dengan suguhan wisata air yang menenangkan, tantangan memancing, dan sentuhan sejarah alam, tempat ini layak menjadi pelarian dari penatnya rutinitas kota.

Bagi yang rindu suasana damai, siapkan tenda dan alat pancing—dan biarkan Cikabuyutan menyambut Anda dengan ketenangan khas selatan Tasikmalaya.

(Abdul)

spot_img

Berita Terbaru