spot_img
Minggu 18 Januari 2026
spot_img

Buka Dapur Anggaran, Desa Gunungkuning Majalengka Tetapkan Standar Baru Transparansi Desa

MAJALENGKA,FOKUSJabar.id: Di saat tuntutan publik terhadap pemerintahan yang bersih dan akuntabel semakin menguat, Pemerintah Desa Gunungkuning, Kecamatan Sindang, Kabupaten Majalengka, justru melangkah lebih jauh dari sekadar kewajiban formal.

Tidak hanya memajang baliho anggaran, Pemdes Gunungkuning memilih membuka “dapur” keuangan desa secara langsung kepada warganya.

Langkah yang tergolong jarang di lakukan ini di pimpin langsung Kepala Desa Gunungkuning, Rudi Yudistira Gozali. Pada Jumat (16/1/2026) lalu, aula desa di penuhi tokoh masyarakat dari setiap RT serta perwakilan pemuda untuk mengikuti pemaparan menyeluruh laporan pertanggungjawaban keuangan tahun 2025 sekaligus rencana anggaran tahun 2026.

Baca Juga: Hartono Soekwanto Tebar Ikan Koi Asli Jepang ke Situ Cipanten Majalengka 

Bagi Rudi, transparansi bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari budaya kerja pemerintahan desa. Ia mengungkapkan bahwa sebelum menggelar forum terbuka di aula desa, jajaran Pemdes justru aktif “blusukan” menghadiri pertemuan RT demi menyerap aspirasi sekaligus menjelaskan program pembangunan secara langsung.

“Kami yang datang ke warga, mendengar dan menjelaskan satu per satu. Setelah itu, kami undang kembali para tokoh ke desa agar semuanya dipaparkan secara utuh dan terbuka,” ujar Rudi, Sabtu (17/1/2026).

Menurutnya, aparatur desa adalah pelayan masyarakat. Karena itu, warga berhak mengetahui secara rinci setiap rupiah yang dikelola pemerintah desa. “Tidak ada yang kami tutupi. Semua harus terbuka dan bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Keterbukaan tersebut ternyata berdampak langsung hingga ke level paling bawah. Pemdes Gunungkuning secara rutin mengalokasikan bantuan keuangan sebesar Rp5 juta untuk setiap RT. Dana itu pengelolaannya secara mandiri oleh warga, dengan prinsip transparansi yang sama.

Tata Kelola Keuangan yang Terbuka

Hasilnya mencengangkan. Sejumlah RT mampu mengembangkan kas hingga mencapai ratusan juta rupiah. Bahkan, terdapat RT yang memiliki kas lebih dari Rp200 juta. Capaian ini menjadi bukti bahwa tata kelola keuangan yang terbuka mampu mendorong kemandirian dan produktivitas di tingkat komunitas.

Dari sisi pendapatan desa, Gunungkuning mencatat kinerja yang tak kalah impresif. Sepanjang 2025, desa ini menerima dana transfer pusat dan daerah sebesar Rp1,596 miliar. Dengan Pendapatan Asli Desa (PADes) mencapai Rp2,5 miliar. Meski pada 2026 dana transfer mengalami penurunan dengan total anggaran sekitar Rp1,36 miliar Rudi tetap optimistis.

Ia bahkan menargetkan lonjakan PADes hingga 200 persen pada 2026. Optimisme tersebut terdorong oleh penataan kawasan wisata Situ Cipanten yang terus berkembang sebagai destinasi unggulan Majalengka.

Situ Cipanten, yang telah terkenal luas hingga mancanegara, kini menghadirkan daya tarik baru berupa kehadiran 2.165 ekor koi kualitas premium asal Jepang. Ikan-ikan bernilai tinggi tersebut bukan hanya menjadi ikon baru wisata, tetapi juga simbol investasi dan daya tarik kelas dunia yang mampu mendongkrak kunjungan wisatawan.

Kombinasi antara transparansi anggaran, penguatan ekonomi berbasis RT. Serta inovasi sektor pariwisata menjadikan Desa Gunungkuning sebagai contoh konkret bagaimana desa mampu mandiri secara finansial. Tanpa sepenuhnya bergantung pada dana transfer pusat, Gunungkuning menunjukkan bahwa tata kelola yang terbuka dan visioner bisa menjadi kunci pembangunan berkelanjutan dari desa untuk Indonesia.

(Abdul)

spot_img

Berita Terbaru