spot_img
Minggu 18 Januari 2026
spot_img

Ada Suara Dentuman di Goa Kabuyutan Sebelum Tsunami Pangandaran

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Mitos atau fakta, jika terdengar ada suara dentuman di dalam goa kabuyutan pantai batu karas yang berada di Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran. Bahwa itu sebuah pertanda akan terjadinya bencana alam.

“Percaya atau tidak, jika ada suara dentuman dari dalam goa kabuyutan itu sebuah pertanda. Akan adanya sebuah bencana,” ungkap Haldi (58) salah seorang nelayan asal Desa Batu Karas, beberapa waktu lalu.

Dia juga menceritakan, bahwa sebelum terjadinya gempa dan bencana alam tsunami Pangandaran tahun 2006 lalu. Ada suara dentuman keras dari dalam goa kabuyutan pantai batu karas.

Baca Juga: Healing Akhir Pekan Kemana?, Pantai Batu Karas Pangandaran Lebih Mempesona

“Dan setelah ada suara dentuman dari dalam goa kabuyutan pantai batu karas. Beberapa hari kemudian terjadinya gempa dan tsunami yang menerjang Pangandaran,” jelasnya.

Namun, kata dia, setiap kejadian dan peristiwa di muka bumi, tentunya sudah menjadi kehendak dari sang maha pencipta.

“Semua kejadian tentunya sebagai teguran. Supaya kita sebagai manusia untuk lebih mendekatkan diri terhadap yang maha kuasa, Allah SWT, dan selalu menjaga alam semesta,” ucapnya.

Konon, goa kabuyutan pantai batu karas pangandaran di huni oleh makhluk tak kasat mata yaitu siluman yang menyerupai seekor anjing.

Siluman anjing tersebut selalu keluar dan berjalan menelusuri sepanjang bibir pantai batu karas pangandara. Dan bentuknya tidak jauh beda dengan anjing seperti biasanya.

“Boleh percaya atau tidak, penghuni goa kabuyutan pantai batu karas pangandaran merupakan siluman dengan sosok anjing,” jelasnya.

Jangan di Ganggu

Jika melihat seekor anjing yang berjalan di bibir pantai batu karas pangandaran. Dengan pandangannya tidak melirik kiri kanan, lanjut dia, maka itu merupakan penampakan siluman penghuni goa kabuyutan.

Baca Juga: Pesona Indah Jembatan Sodongkopo Pangandaran, Habiskan Rp127 Miliar

“Jadi anjing tersebut jangan di ganggu, apalagi di usir. Karena di khawatirkan ada kejadian yang tidak di harapkan terhadap orang yang telah mengganggu,” ujarnya.

Menurutnya, kejadian yang tidak di harapkan tersebut, memang terjadi saat mengganggu atau mengusir keberadaan seekor anjing jelmaan siluman tersebut.

“Kalau lihat seekor anjing, maka biarkan saja jangan di usir atau mengganggunya, karena dia juga tidak ganggu. Karena beberapa kejadian mengerikan menimpa orang yang awalnya mengusir anjing tersebut,” pungkasnya.

(Yud’s)

spot_img

Berita Terbaru