spot_img
Sabtu 17 Januari 2026
spot_img

Pesantren Idrisiyah Tasikmalaya Siapkan Santri Global untuk Pimpin Indonesia

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Pesantren Idrisiyah secara resmi meluncurkan Kick Off Transformasi Pendidikan, sebuah langkah progresif yang tidak hanya sekadar merombak kurikulum, tetapi juga mendefinisikan ulang masa depan pendidikan Islam di Indonesia.

​Membawa visi besar “Bertasawuf, Maju, Unggul, dan Mendunia,” transformasi ini mencuri perhatian besar dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. 

Tidak tanggung-tanggung, Pesantren Idrisiyyah kini di gadang-gadang akan menjadi blueprint (cetak biru) bagi lebih dari 13.000 pesantren di Tanah Air.

Baca Juga: Eksponen 96 Pertanyakan Rumus Pembayaran PJU Rp30,6 Miliar di Kota Tasikmalaya

​Hadir di tengah momentum bersejarah tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman, M.Si, memberikan pesan yang membakar semangat para santri. 

Ia meyakini bahwa di tengah disrupsi teknologi, pesantren tidak boleh lagi menjadi entitas yang menutup diri. Tetapi harus terbuka dengan kemajuan jaman.

​”Siapa tahu 10 hingga 20 tahun ke depan, pemimpin Indonesia lahir dari Idrisiyyah. Jika santri memperkuat diri dengan pengetahuan dan teknologi, mereka pasti menjadi pemimpin yang hebat,” tegas Herman dalam sambutannya yang di sambut antusias.

​Lebih jauh, Herman memberikan tantangan khusus. Mengingat masih minimnya pesantren asal Jawa Barat yang menembus nominasi Pesantren Award tingkat nasional, ia berharap Idrisiyyah mampu menjadi lokomotif penggerak bagi belasan ribu pesantren lainnya.

Saatnya Berkolaborasi

​Menjawab tantangan tersebut, Pimpinan Pesantren Idrisiyyah, Syekh Akbar Muhammad Fathurahman, menekankan bahwa persiapan matang adalah harga mati. 

Bagi Syekh Akbar, santri bukan sekadar pelajar, melainkan aset terbesar yang akan memegang kendali dunia di masa depan.

​”Kita menyiapkan diri sebaik mungkin. Bukan saatnya lagi kita berjalan untuk bersaing, melainkan saatnya untuk berkolaborasi,” ungkap Syekh Akbar dengan penuh wibawa.

​Beliau memaparkan visi besar bahwa kebangkitan Islam yang membawa rahmat bagi semesta (Rahmatan lil ‘Alamin) harus di mulai dari Indonesia, dengan Jawa Barat sebagai pusat pergerakannya. 

“Islam bukan menjadi teror, tapi menjadi penyebar kasih sayang. Mari kita sambut masa keemasan Islam dengan pendidikan berkualitas untuk dunia,” ajaknya.

​Demi mengejar target menjadi Pesantren Terbaik Nasional pada tahun 2028, Idrisiyyah telah menyiapkan infrastruktur pendidikan yang komprehensif. Kuncinya terletak pada harmonisasi antara spiritualitas dan modernitas.

​1. Fondasi Karakter: Rukun Tarbiyah 5M

​Untuk menjaga otentisitas spiritual santri, Idrisiyyah menerapkan sistem penguatan karakter melalui:

​Mujāhadah (Bersungguh-sungguh)

​Mudāwamah (Konsisten)

​Mutāba‘ah (Evaluasi Diri)

​Musāmaḥah (Toleransi)

​Murāqabah (Merasa di awasi Allah).

​2. Inovasi Kurikulum: 5 Kelas Pemodelan

​Santri Idrisiyyah kini tidak hanya fasih membaca kitab kuning, tetapi juga siap bertarung di dunia profesional melalui lima fokus unggulan.

Baca Juga: Kepler Sianturi: 10 Persen Anggaran Pembangunan Kota Tasikmalaya untuk PJU

​Riset: Menghadirkan santri dengan nalar kritis dan ilmiah.

​Tahfidz Sains: Menggabungkan hafalan Al-Qur’an dengan pemahaman sains modern.

​Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ): Memastikan santri melek teknologi digital.

​Bahasa Internasional: Jembatan menuju panggung global.

​Kelas Profesional: Membentuk kemandirian dan keahlian di dunia kerja.

​Langkah Kick Off ini menandai “Titik Nol” perjalanan Pesantren Idrisiyyah dalam mewarnai panggung pendidikan global. 

Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan fondasi spiritualitas Tasawuf yang kuat, Pesantren Idrisiyyah tidak hanya sedang mencetak santri, melainkan sedang memahat peradaban baru dari sudut Tasikmalaya.

(Abdul)

spot_img

Berita Terbaru