SUMATERA, FOKUSJabar.id: Hingga 16 Januari 2026, pemerintah telah membangun 781 unit Hunian Sementara (Huntara) khusus masyarakat terdampak bencana banjir Sumatera.
Demikian di katakan Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.
BACA JUGA:
Bahaya! Jalur Kereta Api di Pekalongan Terendam Banjir
“Pembangunan 781 unit hunian sementara sudah selesai dan siap di huni masyarakat terdampak bencana banjir Sumatera,” kata Dia di kutip kompas.com, Sabtu (17/1/2026).
Menurut Abdul, realisasi pembangunan ini masih jauh dari rencana yang diajukan sebanyak 27.860 unit dari data jumlah rumah rusak berat mencapai 50.668.
“Saat ini, 5.738 unit masih dalam proses pembangunan,” ungkapnya.
BNPB juga mencatat data pengajuan hunian tetap sebanyak 10.273 unit. 648 unit di antaranya sedang dalam tahap konstruksi.
Adapun data sementara korban jiwa di Sumatera (Aceh, Sumut dan Sumbar) mencapai 1.198 orang.
Sedangkan korban hilang naik menjadi 144 jiwa dari 141 jiwa.
BACA JUGA:
1 Ribu Hektare Sawah di Jateng Terendam Banjir
Kenaikan data juga dialami dari jumlah penduduk terdampak yang masih berada di lokasi pengungsian. Dari 131.521 naik menjadi 166.579 jiwa.
Abdul menyebut, pemerintah melalui BNPB berkomitmen memperkuat koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait. Mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, relawan serta seluruh unsur masyarakat dalam memastikan penanganan bencana berjalan efektif, terukur dan berkelanjutan.
“Dengan sinergi yang solid, percepatan pemulihan infrastruktur dasar, pemenuhan kebutuhan hunian layak serta penguatan langkah mitigasi diharapkan mampu mengembalikan kehidupan masyarakat terdampak secara bertahap menuju kondisi yang lebih aman, tangguh dan berdaya menghadapi risiko bencana ke depan,” pungkas Abdul.
(Bambang Fouristian)


