spot_img
Jumat 16 Januari 2026
spot_img

Badan Geologi: Status Aktivitas Vulkanik Gunung Semeru Level 3

LUMAJANG, FOKUSJabar.id: Hingga Jumat (16/1/2026), Badan Geologi masih mempertahankan status aktivitas vulkanik Gunung Semeru di level III (Siaga).

Kondisi tersebut menunjukkan, aktivitas vulkanik gunung api di Lumajang, Jawa Timur masih tinggi yang di tandai dengan kejadian awan panas guguran yang berulang.

BACA JUGA:

Gunung Marapi Meletus, Status Level II Waspada

Mengutip tempo.co, Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria menyebut, awan panas guguran kembali terjadi pada Kamis (15/1/2026) kemarin.

Jarak luncurnya mencapai 4 kilometer dari puncak. Sehari sebelumnya, awan panas terjadi dua kali dengan jarak luncur 5 kilometer dari gunung Semeru.

Luncuran awan panas guguran itu mengarah ke sektor tenggara ke arah Besuk Kobokan.

Lana mengatakan, selama periode 7–14 Januari 2026, awan panas guguran teramati beberapa kali dengan jarak luncur terjauh 5 kilometer ke arah Besuk Kobokan, di sertai aktivitas guguran material.

Sementara, aktivitas kegempaan didominasi oleh gempa letusan, gempa guguran, gempa embusan dan tremor harmonik.

Menurut Dia, gempa-gempa yang terekam mengindikasikan bahwa masih adanya suplai magma dari bawah permukaan Gunung Semeru bersamaan dengan pelepasan material ke permukaan melalui letusan dan embusan.

Parameter variasi kecepatan seismik berfluktuasi dengan nilai simpangan yang besar. Itu menandakan bahwa sistem vulkanik sedang berada dalam fase relaksasi dan tidak mengalami pressurisasi. Meski begitu, masih sangat rentan terhadap peningkatan tekanan.

BACA JUGA:

Gunung Ile Lewotolok Nusa Tenggara Timur Erupsi

“Adapun pemantauan deformasi menunjukkan pola yang relatif stabil. Diinterpretasikan bahwa tidak terjadi peningkatan tekanan di dalam tubuh Gunung Semeru,” katanya.

Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi, tingkat aktivitas Gunung Semeru tetap pada Level III (Siaga).

Dia mengimbau, masyarakat, pengunjung dan pendaki dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari Kawah Jonggring Seloko.

Selain itu, tidak memasuki sektor tenggara sejauh 13 kilometer dari puncak ke arah tenggara yang dapat meluas hingga 17 kilometer di sepanjang aliran Besuk Kobokan.

Masyarakat perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

Potensi terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

BACA JUGA:

Gubernur Jateng Dorong Asuransi Gagal Panen

Pengamatan kegempaan Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru di Lumajang dalam enam jam terakhir hingga pukul 06.00 WIB menunjukkan 37 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 13-22 mm dan lama gempa 72-118 detik.

Terjadi juga 2 kali gempa guguran dengan amplitudo 4-8 mm dan lama gempa 56-73 detik.

Gempa embusan tercatat 3 kali dengan amplitudo 6-7 mm dan lama gempa 42-55 detik.

Selama itu terekam 1 kali gempa harmonik dengan amplitudo 9 mm dan lama gempa 87 detik.

(Bambang Fouristian)

spot_img

Berita Terbaru