spot_img
Kamis 15 Januari 2026
spot_img

Tak Lagi Relevan, 27 Taman Tematik di Bandung Akan Dikaji Ulang

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah mengkaji rebranding sejumlah taman tematik yang di nilai tidak lagi relevan secara fungsi dan konteks sosial.

Sedikitnya 27 taman di usulkan untuk dikaji ulang, terutama taman-taman tematik serta beberapa taman yang menjadi perhatian Wali Kota Bandung.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung, Luthfi Firdaus mengatakan, penamaan ulang taman atau toponimi akan di sesuaikan dengan akar budaya, lokasi, dan kebiasaan masyarakat setempat. Kajian tersebut di lakukan bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

Baca Juga: Kota Bandung Hadirkan Puskesmas 24 Jam Terintegrasi Adminduk

“Dulu taman-taman itu di sebut taman tematik, tapi sekarang banyak yang konteksnya sudah tidak relevan. Penamaannya akan kita dudukkan kembali berdasarkan silsilah budaya dan kondisi wilayahnya,”kata Luthfi Kamis (15/1/2026).

Luthfi menyebut, beberapa taman yang masuk dalam usulan antara lain Taman Fitness, Taman Fotografi, Taman Lansia, Taman Kandaga Puspa, Taman Dago Cikapayang, dan Taman Super Hero.

Menurutnya, sejumlah taman tematik tidak lagi mencerminkan fungsi awalnya contohnya Taman Fitness yang tidak di gunakan untuk aktivitas fitness, dan Taman Lansia yang kini di gunakan oleh semua kalangan.

“Kalau namanya taman fitness, kita jadi terpaku harus menyediakan alat fitness. Padahal faktanya tidak di gunakan seperti itu. Taman Lansia juga tidak hanya di gunakan lansia. Secara fungsi sudah kurang tepat,” jelasnya.

Menunggu Hasil Kajian

Meski begitu, Luthfi menegaskan bahwa tidak semua taman yang di usulkan akan langsung di ganti namanya. Penggantian papan nama akan menunggu hasil kajian Disbudpar serta asesmen dari Wali Kota Bandung.

“Belum tentu semuanya di ganti. Kita prioritaskan taman-taman yang secara tematik memang sudah tidak relevan,” katanya.

Baca Juga: Perbaikan Taman Alun-alun dan Baksil Kota Bandung Segera Rampung

Luthfi juga menepis anggapan bahwa rebranding taman ini bertujuan menghilangkan jejak kebijakan wali kota sebelumnya. Menurutnya, penamaan ulang justru di maksudkan untuk mengembalikan identitas taman sesuai nilai budaya dan fungsi ruang publik.

Luthfi berharap, dengan penamaan yang lebih kontekstual pengelolaan dan aktivasi taman ke depan dapat lebih fleksibel serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Pak wali ingin taman-taman ini kembali pada akar budayanya. Seperti kawasan Cibeunying yang sejak dulu punya nilai historis dan budaya. Itu yang ingin di angkat,”pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

spot_img

Berita Terbaru