spot_img
Kamis 15 Januari 2026
spot_img

Sekolah Lansia PWRI Santun Jadi Wadah Pemberdayaan 16 Ribu Lansia di Tasikmalaya

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Komitmen meningkatkan kualitas hidup lanjut usia (lansia) terus di perkuat di Kota Tasikmalaya. Hal itu di tandai dengan di luncurkannya Sekolah Lansia PWRI Santun Kota Tasikmalaya yang diresmikan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tasikmalaya Asep Goparulloh, bersama Ketua PWRI Kota Tasikmalaya Rahmat Kurnia.

Launching Sekolah Lansia Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) tersebut di gelar di Aula Utama Kantor Bappelitbangda Kota Tasikmalaya, Komplek Balekota Tasikmalaya, Jalan Letnan Harun Nomor 1, Kecamatan Bungursari, Kamis (15/1/2026).

Baca Juga: Kepler Sianturi: 10 Persen Anggaran Pembangunan Kota Tasikmalaya untuk PJU

Peluncuran Sekolah Lansia PWRI Santun menjadi langkah strategis dalam mendukung peningkatan kualitas hidup dan kebahagiaan para lansia di Kota Tasikmalaya, yang jumlahnya saat ini mencapai sekitar 16 ribu orang.

Sekda Kota Tasikmalaya, Asep Goparulloh, mengapresiasi inisiatif PWRI yang mampu mendorong lansia agar tetap aktif. Terlebih menjadikan para lansia produktif, dan berdaya di masa tua.

“Kami sangat mengapresiasi PWRI Kota Tasikmalaya atas peluncuran Sekolah Lansia PWRI Santun ini. Sekolah ini merupakan bentuk sekolah kehidupan bagi para lansia agar tetap berdaya dan bahagia. Terlebih menjadikan mereka memiliki tempat terhormat di tengah masyarakat,” ujar Asep.

Menurutnya, lansia merupakan aset bangsa yang memiliki pengalaman serta kearifan berharga untuk turut berkontribusi dalam pembangunan daerah, bangsa, dan negara.

“Mereka adalah aset yang harus kita jaga bersama. Melalui Sekolah Lansia ini, para orang tua kita tetap bisa belajar dan berbagi pengalaman. Serta menjaga kualitas hidup agar tetap sehat, bahagia, dan mandiri,” katanya.

Sarana Pemberdayaan Lansia Agar Tetap Produktif

Ia menambahkan, kehadiran Sekolah Lansia PWRI Santun bukan hanya menjadi wadah pembelajaran, tetapi juga sarana pemberdayaan agar lansia tetap sehat, aktif, produktif, dan bermartabat di usia senja.

“Kita wajib memberikan ruang bagi lansia untuk berekspresi dan di dampingi. Serta dihargai sebagai sosok yang tetap berperan penting dalam kehidupan bermasyarakat,” imbuhnya.

Asep juga menegaskan, Pemerintah Kota Tasikmalaya telah memiliki Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2026 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia. Peraturan tersebut menjamin hak-hak lansia, termasuk layanan pendidikan, pelatihan, kesehatan, serta penguatan mental dan spiritual.

“Apa yang kita launching hari ini merupakan wujud nyata tanggung jawab bersama. Tujuannya untuk memastikan hak-hak lansia terpenuhi secara bermartabat dan manusiawi,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PWRI Kota Tasikmalaya, Rahmat Kurnia, menjelaskan Sekolah Lansia PWRI Santun dirancang sebagai ruang pembinaan berkelanjutan bagi para lansia. Materi pembelajaran meliputi edukasi kesehatan, kebugaran jasmani, keagamaan, keterampilan sosial, serta pemahaman hak dan peran lansia di masyarakat.

“Melalui Sekolah Lansia ini, kami ingin para lansia tetap merasa dihargai dan dibutuhkan. Terlebih mampu menjalani masa tuanya dengan penuh makna, santun, dan bermartabat,” ungkap Rahmat.

Ia menyebutkan, hingga awal 2026 jumlah lansia di Kota Tasikmalaya mencapai sekitar 16 ribu orang. Banyak di antaranya masih aktif mengabdi di berbagai bidang dan profesi.

“Harapannya hadirnya Sekolah Lansia PWRI Santun yang bekerja sama dengan Indonesia Ramah Lansia (IRL) dapat menjadikan Kota Tasikmalaya semakin siap menghadapi tantangan peningkatan jumlah lansia, sekaligus menciptakan lingkungan yang ramah, sehat, dan sejahtera bagi para orang tua,” harapnya.

“Ini merupakan bentuk ikhtiar dan komitmen bersama untuk menjadikan Sekolah Lansia PWRI Santun sebagai pusat pembelajaran. Kemudian juga menjadi wadah pemberdayaan lansia di Kota Tasikmalaya, Mutiara dari Priangan Timur,” pungkasnya.


(Seda)

spot_img

Berita Terbaru