CIAMIS,FOKUSJabar.id: Progres pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Ciamis kini memasuki tahap percepatan. Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (DKUKMP) Kabupaten Ciamis, Dadan Wiadi, mengungkapkan pembangunan fisik di banyak lokasi masih berada di bawah 50 persen. Namun secara jumlah, proyek KDKMP yang telah mulai dibangun mencapai sekitar 158 unit, atau 60 persen dari total target yang direncanakan.
Menurut Dadan, pembangunan KDKMP dilakukan secara bertahap di seluruh desa dan kelurahan sebagai salah satu program strategis penguatan ekonomi berbasis komunitas. Meski secara kuantitas cukup signifikan, namun progres fisik di lapangan masih menghadapi sejumlah hambatan.
Baca Juga: Pasca Kebakaran di Desa Panaragan, BPBD Ciamis Turun Tangan Bantu Korban
Sejumlah Kendala Pembangunan
Dadan menjelaskan ada beberapa kendala utama yang memperlambat realisasi pembangunan, di antaranya:
- Ketiadaan lahan milik desa maupun pemerintah, baik pemda, pemprov, maupun pemerintah pusat, pada beberapa titik lokasi.
- Luas lahan yang tersedia tidak memenuhi standar, karena idealnya pembangunan KDKMP membutuhkan area sekitar 1.000 meter persegi.
- Lokasi lahan yang kurang strategis, sehingga tidak mendukung optimalisasi operasional dan akses masyarakat.
Kendala-kendala ini mengharuskan sejumlah desa mencari solusi alternatif, seperti optimalisasi aset desa, koordinasi lintas instansi, atau penataan ulang lokasi dalam perencanaan.
Target Selesai Februari 2026
Berdasarkan informasi yang diterima DKUKMP, pembangunan fisik KDKMP untuk gerai pelayanan dan fasilitas pergudangan ditargetkan rampung pada Februari 2026. Pemerintah daerah berharap penyelesaian ini dapat mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi desa melalui sistem koperasi yang lebih modern, tertata, dan terintegrasi.
Program KDKMP sendiri merupakan bagian dari inisiatif pemerintah untuk memperkuat ekonomi rakyat melalui penyediaan pusat perdagangan, logistik, pemasaran UMKM, hingga layanan usaha yang dekat dengan masyarakat.
Model Bisnis: Memaksimalkan Potensi Ekonomi Lokal
Dadan menegaskan bahwa secara prinsip, keberadaan KDKMP tidak hanya terfokus pada penyediaan bangunan fisik, tetapi lebih pada membangun model bisnis koperasi yang memberi manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat setempat.
Meski banyak NIB KDKMP yang tercatat di sektor perdagangan, Dadan berharap ke depannya koperasi tidak terpaku pada satu bidang saja. KDKMP didorong untuk dapat mengembangkan unit usaha lain, seperti:
- pengolahan produk pertanian dan perkebunan lokal,
- layanan keuangan mikro dan simpan pinjam,
- pemasaran produk UMKM desa,
- layanan distribusi dan pergudangan,
- atau usaha lain yang sesuai potensi unggulan masing-masing wilayah.
“Kami ingin KDKMP bisa benar-benar melibatkan masyarakat dan memaksimalkan potensi ekonomi lokal. Tidak hanya berdagang, tetapi bergerak lebih luas untuk memberi manfaat jangka panjang,” jelasnya, Kamis (15/1/2026).
(Irfansyahriza)


