TANGERANG, FOKUSJabar.id: Cuaca ekstrem menerjang Kabupaten Tangerang Provinsi Banten. Kondisi tersebut menyebabkan 24 kecamatan terendam banjir.
Mengutip jpnn.com, Pemkab Tangerang menetapkan status tanggap darurat bencana.
BACA JUGA:
Pembangunan Huntap di Aceh Tamiang Dimulai
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik mengatakan, penetapan status tanggap darurat di lakukan berdasarkan hasil evaluasi data dan cakupan luasan banjir sejak Minggu (11/1/2026).
“Status tanggap darurat di lakukan atas dasar potensi tingginya curah hujan yang yang mengakibatkan luasan bencana banjir. Jadi, pemerintah harus mengantisipasi bagaimana terkait dengan hasil perkiraan cuaca dari BMKG,” ujarnya.
Dia mengatakan, tujuan kebijakan tersebut untuk mempercepat penanganan bencana, pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak serta koordinasi lintas sektor. Sehingga bisa mengurangi dampak yang lebih luas.
Langkah itu bisa dimanfaatkan untuk penyiapan sarana dan prasarana pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak banjir.
Selama masa tanggap darurat, Pemkab Tangerang bakal terus melakukan pemantauan kondisi cuaca dan potensi bencana susulan. Mengingat intensitas hujan masih cukup tinggi di sejumlah wilayah.
Taufik mengatakan, sedikitnya 10 ribu Kepala Keluarga (KK) atau 45-50 ribu jiwa menjadi korban banjir di 24 kecamatan.
BACA JUGA:
BMKG: Ini Wilayah Berpotensi Hujan Tinggi hingga 20 Januari
“Ada sekitar 50 ribu jiwa terdampak banjir,” ungkapnya.
Meski terjadinya perluasan, kondisi genangan banjir di beberapa lokasi saat ini sudah mulai berangsur surut. Hanya saja, terdapat permukiman yang berlokasi di bantaran sungai masih terendam.
Dia mengatakan, ketinggian air bervariasi. Mulai 60-80 centimeter hingga mencapai 2 meter.
Sebagai upaya penanganan bencana alam ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang telah berkoordinasi dengan instansi lain dalam rapat bersama.
Langkah awal yang bakal dilakukan, melakukan pembangunan fasilitas pompa air, normalisasi hingga pembukaan pintu air.
(Bambang Fouristian)


