TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kepemimpinan Institut Agama Islam Tasikmalaya (IAIT) resmi berganti. Dr. Ade Zaenul Muttaqin dilantik sebagai Rektor baru IAIT untuk masa jabatan 2026–2031, menggantikan Dr. Abdul Haris yang telah mengakhiri masa tugasnya.
Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dilakukan oleh Ketua Umum Pengurus Yayasan Pendidikan Islam Tasikmalaya, Heri Hendriyana, bertempat di Aula Utama Kampus IAIT, Jalan Noenong Tisnasaputra, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Selasa (13/1/2026).
Baca Juga: Jalan Rusak Bertahun-tahun, Warga Cipeuteuy Tasikmalaya Tagih Janji Realisasi Perbaikan
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah pejabat serta tokoh penting, di antaranya Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al Ayubi, Staf Ahli Wali Kota Tasikmalaya Bidang Kemasyarakatan Dr. Uus Supangat, Kopertais Wilayah II Provinsi Jawa Barat Prof. Aan Hasanah, serta tamu undangan lainnya.
Pelantikan rektor baru ini menjadi momentum penting regenerasi kepemimpinan di lingkungan IAIT, sekaligus penegasan komitmen perguruan tinggi Islam tersebut untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di tengah tantangan dunia akademik yang semakin kompetitif.
Usai dilantik, Rektor IAIT Dr. Ade Zaenul Muttaqin menyampaikan bahwa amanah yang diberikan kepadanya merupakan tantangan besar untuk membawa IAIT menjadi institusi pendidikan yang lebih maju dan berdaya saing.
“Kepercayaan ini menjadi tanggung jawab besar bagi kami untuk melahirkan sumber daya manusia yang unggul, berkualitas, dan berkarakter,” ujarnya.
Sinergi Semua Pihak
Ia menegaskan bahwa pada awal masa kepemimpinannya, dukungan dan kolaborasi dari seluruh sivitas akademika serta pemangku kepentingan sangat dibutuhkan.
“Kami membutuhkan dukungan dan sinergi semua pihak agar IAIT terus berkembang dan mampu mencetak generasi penerus bangsa yang berintegritas,” katanya.
Menurut Ade Zaenul, kepemimpinan merupakan proses melanjutkan hal-hal baik yang telah dirintis pimpinan sebelumnya. Sekaligus menyempurnakan berbagai aspek yang masih perlu diperbaiki.
“Masukan dan saran dari semua pihak sangat kami harapkan agar amanah ini dijalankan sesuai koridor dan harapan bersama,” tambahnya.
Ia juga menekankan, pergantian kepemimpinan di IAIT bukan sekadar proses administratif. Melainkan momentum strategis untuk melanjutkan visi dan misi institusi dalam berkontribusi nyata bagi kemajuan dunia pendidikan Islam.
“IAIT adalah perguruan tinggi milik umat yang fokus pada pengembangan keislaman. Karena itu, sinergi dan kolaborasi menjadi kunci keberlanjutan dan kemajuan kampus ini,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ade Zaenul juga memohon dukungan dan doa agar cita-cita para pendiri IAIT dapat terwujud. Khususnya rencana transformasi IAIT menjadi Universitas Islam Tasikmalaya yang ditargetkan terealisasi pada Maret 2026.
Sementara itu, Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al Ayubi menyampaikan optimismenya terhadap kepemimpinan baru di IAIT. Menurutnya, pergantian rektor akan membawa warna dan semangat baru bagi perkembangan ekosistem kampus ke depan.
“Saya meyakini di bawah kepemimpinan Dr. Ade Zaenul Muttaqin, IAIT akan semakin maju dan berkembang,” ujarnya.
Asep Sopari juga berharap IAIT mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik. Tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Perguruan tinggi harus mampu mencetak insan intelektual yang berdampak bagi lingkungan dan masyarakat melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian,” pungkasnya.
(Seda)


