SEMARANG, FOKUSJabar.id: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Jawa Tengah (Jateng).
Potensi banjir dan longsor menysul masih tingginya curah hujan di wilayah tersebut.
BACA JUGA:
Lombok Timur Diteror Cuaca Esktrem, 40 KK Terdampak
Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo mengatakan, sebagian besar wilayah Jateng hingga kini masih mengalami hujan.
“Sebagian wilayah Jateng bagian tengah hingga selatan berada pada kategori sangat pendek. Yakni, satu sampai lima hari tanpa hujan. Sementara beberapa titik di wilayah Cilacap dan Banyumas masuk kategori pendek (6-10 hari tanpa hujan),” kata Teguh di kutip jpnn.
Dia menyebut, berdasarkan analisis curah hujan dasarian pertama Januari 2026 (1-10 Januari), BMKG mencatat curah hujan di Jawa Tengah secara umum berada pada kategori menengah hingga tinggi.
Wilayah Jawa Tengah bagian timur tercatat berada pada kategori hujan rendah hingga menengah.
Sementara Kabupaten Jepara dan Kudus serta sebagian besar wilayah Demak masuk kategori tinggi hingga sangat tinggi.
BMKG juga memprediksi pada dasarian kedua Januari 2026, peluang curah hujan kategori menengah dengan probabilitas lebih dari 60 persen terjadi di sebagian besar wilayah Jawa Tengah.
BACA JUGA:
Aceh Belum Pulih, Polres Aceh Tengah Salurkan Bantuan
Teguh menyebut, sebagian Brebes, Tegal, Pemalang, Kendal, Demak, Rembang dan Grobogan di prakirakan memiliki peluang curah hujan menengah yang lebih rendah di banding wilayah lainnya.
Peluang curah hujan tinggi hingga sangat tinggi dengan probabilitas lebih dari 60 persen di perkirakan terjadi di seluruh wilayah Batang dan Kabupaten/Kota Pekalongan, sebagian wilayah Pemalang, Kendal, Purbalingga dan Jepara.
“Prediksi deterministik BMKG menunjukkan pada dasarian kedua dan ketiga Januari 2026, curah hujan umumnya berada pada kategori menengah hingga tinggi,” ungkapnya.
Kondisi tersebut diprakirakan berlanjut hingga dasarian kedua Februari 2026. Meskipun wilayah Rembang, Blora dan Grobogan cenderung berada pada kategori curah hujan rendah.
BACA JUGA:
Gunung Semeru Erupsi, Awan Panas Jangkau 5 Km
BMKG mengimbau masyarakat dan Pemda untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Khususnya banjir dan tanah longsor.
Terutama di wilayah dengan curah hujan tinggi hingga sangat tinggi serta daerah rawan bencana.
“Masyarakat harus terus memantau informasi cuaca dan iklim dari BMKG serta melakukan langkah antisipasi untuk meminimalkan risiko bencana,” tutup Teguh.
(Bambang Fouristian)


