TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Suasana ceria dan penuh semangat mewarnai hari pertama masuk sekolah usai libur panjang di SD Negeri Gunung Koneng, Kelurahan Cilembang, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Senin (12/1/2026).
Keceriaan para siswa semakin bertambah setelah Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tasikmalaya menyalurkan bantuan peralatan sekolah kepada siswa-siswi dari keluarga kurang mampu. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian pemerintah dalam mendukung keberlangsungan pendidikan anak-anak.
Baca Juga: Pesan Mendalam Bupati Cecep Nurul Yakin Saat Lantik Pj Sekda Kabupaten Tasikmalaya
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Kepala SDN Gunung Koneng, Caswita, di halaman sekolah usai pelaksanaan upacara bendera, disaksikan oleh para guru serta seluruh siswa.
Caswita mengatakan, harapannya bantuan peralatan sekolah tersebut dapat memacu semangat belajar siswa. Agar terus menuntut ilmu dan kelak tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang cerdas serta berkarakter.
“Bantuan ini kami salurkan khusus untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu. Kami berharap mereka tetap semangat dan rajin belajar meskipun kondisi ekonomi orang tuanya terbatas,” ujar Caswita.
Ia menjelaskan, bantuan ini meliputi tas sekolah, seragam, serta perlengkapan alat tulis guna menunjang aktivitas belajar siswa di sekolah.
“Mudah-mudahan bantuan ini bisa meningkatkan motivasi belajar siswa sekaligus membantu meringankan beban biaya orang tua,” katanya.
Pendidikan yang Optimal
Menurut Caswita, dukungan tersebut sangat berarti bagi peserta didik agar tetap dapat menempuh pendidikan secara optimal.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya atas perhatian dan bantuannya. Kami berharap dukungan seperti ini dapat terus berlanjut ke depannya,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Caswita menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari upaya membangun karakter siswa serta menanamkan nilai-nilai sosial dan kepedulian terhadap sesama di lingkungan sekolah.
“Kami ingin menumbuhkan rasa empati, kebersamaan, dan semangat saling membantu sejak dini,” paparnya.
Ia juga menambahkan, meski berasal dari keluarga kurang mampu, semangat belajar para siswa sangat tinggi. Bahkan, banyak di antaranya mampu menorehkan prestasi baik di bidang akademik maupun ekstrakurikuler.
“Semangat dan kemampuan mereka patut kita banggakan. Prestasi yang mereke raih menjadi kebanggaan bagi orang tua, guru, dan sekolah,” tandasnya.
(Seda)


