BANDUNG,FOKUSJabar.id: Seorang pengunjung Kolam Renang Tirtalega, Kota Bandung, bernama Dzulfikar, meninggal dunia setelah mengalami insiden tenggelam saat berenang, Kamis (8/1/2026).
Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diketahui telah berada di area kolam renang sejak pagi hari dan beraktivitas seperti pengunjung lainnya.
Baca Juga: Ini Program Pemkot Bandung Atasi Sampah dan Stunting
Sekitar pukul 12.00 WIB, korban sempat berbincang dengan petugas pengawas kolam. Pada saat itu, korban disarankan untuk beristirahat terlebih dahulu. Namun, sekitar satu jam kemudian, korban kembali masuk ke kolam renang.
Tak berselang lama, sejumlah pengunjung mendengar teriakan minta tolong yang mengabarkan adanya pengunjung tenggelam. Petugas pengawas kolam segera melakukan penyelamatan dan mengangkat korban dari dalam kolam sekitar pukul 13.10 WIB, kemudian memberikan pertolongan pertama di lokasi.
Pihak UPTD Tegallega selanjutnya menghubungi petugas kesehatan dari Puskesmas terdekat. Karena kondisi korban semakin kritis dan bantuan medis belum tiba, korban segera dievakuasi ke RS Bandung Kiwari pada pukul 13.15 WIB.
Setibanya di rumah sakit, korban langsung mendapat penanganan intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Namun, setelah dilakukan upaya medis, korban dinyatakan meninggal dunia oleh tim dokter.
Koreban Sempat Mengeluh Kurang Sehat
UPTD Tegallega kemudian berkoordinasi dengan pihak keluarga terkait penanganan jenazah, sekaligus menyerahkan barang-barang pribadi milik almarhum berupa tas dan sepeda motor. Pihak pengelola juga mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa.
Berdasarkan keterangan keluarga, sebelum berangkat ke kolam renang, korban sempat mengeluhkan kondisi tubuh kurang sehat, dengan keluhan demam dan batuk. Keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan memilih tidak memberikan keterangan lebih lanjut kepada media.
Sebagai bentuk empati, UPTD Tegallega turut menggelar tahlilan untuk mendoakan almarhum.
Menanggapi peristiwa tersebut, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban.
“Atas nama Pemerintah Kota Bandung, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum. Semoga diberikan ketabahan dan kekuatan,” ujar Farhan, Sabtu (10/1/2026).
Farhan menegaskan, meskipun petugas telah melakukan penanganan cepat di lapangan, Pemerintah Kota Bandung akan tetap melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar keselamatan di fasilitas publik.
“Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya memperhatikan kondisi kesehatan dan keselamatan saat beraktivitas di fasilitas umum. Kami akan terus memperkuat standar keselamatan agar peristiwa serupa tidak terulang,” pungkasnya.
(Yusuf Mugni)


