GARUT, FOKUSJabar.id: Kisah keluarga miskin yang rumahnya ambruk memang sangat menyedihkan. Hal itu dialami warga RT02/10 Kampung Sukasirna Desa Sukaluyu Kecamatan Sukawening Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar), Nek Uti (76).
Jumat (9/1/2026) kemarin, janda tua ini terkena musibah. Dapur rumahnya ambruk dan bagian atapnya beterbangan disapu angin kencang yang disertai hujan deras.
BACA JUGA:
Sekolah Sungai Cimanuk Garut Tanam Pohon di Lapang Paris
Biaya hidup sehari-hari Nek Uti bergantung pada anak-anaknya yang penghasilannya sangat terbata dan dari bantuan pemerintah.
Kejadian tersebut menunjukkan betapa sulitnya hidup sebagai keluarga miskin di Kabupaten Garut.
Dia tidak hanya harus menghadapi kesulitan ekonomi. Namun juga harus berjuang untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah.
Kronologi kejadian
Nek Uti menerangkan, saat hujan deras disertai angin kencang Dia dan cucunya berada di ruang tengah. Tak lama kemudian terdengar suara benda jatuh dari bagian belakang rumahnya.

“Pas hujan ageung, Emak nuju di ruang tengah. Teu lami kadangu suanten ngagebru sareng cai hujan lebet ka bumi (saat hujan deras lagi di ruamg tengah. Tidak lama kemudian terdengar suara ambruk dan air hujan masuk ke rumah),” kisah Nek Uti.
Sebagai pendukung Syakur Putri (Santri), Dia berharap, Bupati dan Wakil Bupati Garut memberikan bantuan untuk merehabilitasi rumahnya agar layak ditempati.
BACA JUGA:
3 Kecamatan di Kabupaten Garut Diterjang Bencana
Ketua RW10 Kampung Sukasirna, Rosadi gerak cepat mengevakuasi janda tua dan cucunya untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Kami bersama warga langsung membersihkan puing-puing bangunan dan menutup atap agar air hujan tidak masukkedalam rumah,” kata Rosadi kepada FOKUSJabar, Sabtu (10/1/2025).
Demi kenyamanan korban, pihaknya tidak menunggu bantuan dari Pemerintah Daerah (Pemda) Garut. Dia Bersama warga dan donator gotong royong memperbaiki dapur rumah Nek Uti.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut membantu dan menyumbangkan tenaga, pikiran dan materi. Khususnya Bos Rully yang tak pernah bosan memberikan bantuan kepada warga yang membutuhkan,” ungkap Rosadi.
Ketua RW berambut gondrong ini menyebut, hingga saat ini belum ada bantuan dari Pemda Garut.
“Belum ada bantuan dari pemerinta. BPBD Garut dan Pemdes Sukaluyu baru sebatas meninjau,” kata Rosadi.
BACA JUGA:
Rumah Ambruk dan Pohon Tumbang Terjadi di Sukaluyu Garut
Dia mengaku, bantuan donator dan swadaya masyarakat belum sepenuhnya mencukupi. Karenanya, Rosadi berharap Pemda Garut melalui BPBD atapun Dinas Sosial segera menggulirkan bantuan.
“Mudah-mudahan Pemkab Garut segera memberikan bantuan pernaikan rumah,” pungkas Rosadi.
(Andian/Bambang Fouristian)


