GARUT, FOKUSJabar.id: Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti meresmikan program revitalisasi Satuan Pendidikan SD Muhammadiyah 1-5 Garut, Kamis (8/1/2026) kemarin.
Mendikdasmen menyatakan, pemerintah sedang melakukan percepatan revitalisasi di seluruh Indonesia. Dengan target 16.171 satuan pendidikan rampung pada Januari 2026.
BACA JUGA:
Apdesi Merah Putih Garut Bantu Korban Bencana Aceh Tamiang
“Alhamdulillah, sudah 95 persen selesai dikerjakan. Insya Allah akhir Januari tuntas 100 persen,” ungkapnya.
Menurut Dia, sistem pengerjaan dilakukan secara swakelola. Hal itu sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Dengan begitu, bisa menyerap tenaga kerja lokal. Selain itu, kualitas yang lebih tepat sasaran.
Menanggapi program tersebut, Anggota Komisi 4 DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi Gerindra, Tatang Sumirat mengapresiasi potensi peningkatan kualitas pendidikan melalui alokasi dana Rp133,9 milyar untuk 156 sekolah di Garut.
BACA JUGA:
Ini Penyebab Rumah Warga di Banjarwangi Garut Ludes Terbakar
Meski begitu, pihaknya memberikan catatan mengenai skala prioritas.

“Jumlah SD dan SMP di Kabupaten Garut lebih dari 1 ribu unit. Anggaran Rp133,9 milyar untuk 156 sekolah rincian penggunaannya seperti apa. Apakah difokuskan sepenuhnya pada infrastruktur, pengadaan peralatan atau menyentuh peningkatan kualitas guru?,” kata Tatang kepada FOKUSJabar, Jumat (9/1/2026).
BACA JUGA:
Sopir Truk Galian C Unjuk Rasa, Ini Janji Bupati Garut
Tatang berharap, program tersebut tidak hanya sekadar perbaikan fisik. Namun benar-benar mampu meningkatkan aksesibilitas pendidikan di daerah terpencil.
“Semoga memberikan dampak manfaat nyata bagi masyarakat Garut. Terutama dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif ditengah keterbatasan fasilitas yang masih ada di sekolah lainnya,” ungkap Tatang.
Senada dengan kekhawatiran DPRD, Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin memaparkan tantangan besar terkait angka putus sekolah.
Data menunjukkan, minat melanjutkan ke jenjang SMP turun 20 persen dan jenjang SMA merosot hingga 40 persen. Penyebabnya, faktor ekonomi dan sosial.

“Kami berkomitmen menyelaraskan kuantitas fisik bangunan dengan kualitas literasi dan numerasi melalui berbagai kompetisi cerdas cermat,” tegas Bupati.
BACA JUGA:
2 Kebakaran Hebat Landa Garut, Kerugian Ratusan Juta Rupiah
Sekretaris Pimpinan Cabang (PC) Muhammadiyah Garut Kota, Dede Hidayat menyambut baik revitalisasi yang menyasar lima sekolah di lingkungannya.
Menurut Dia, bantuan tersebut adalah langkah nyata transformasi pendidikan karakter bagi peserta didik di Kabupaten Garut.
(Y.A. Supianto)


