ACEH TIMUR, FOKUSJabar.id: Banjir susulan kembali menerjang Kabupaten Aceh Timur Provinsi Aceh, Jumat (9/1/2026). Air bah merendam 44 desa yang tersebar di 10 kecamatan.
Kondisi tersebut memaksa 130 jiwa dari 40 keluarga untuk kembali mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
BACA JUGA:
Apdesi Merah Putih Garut Bantu Korban Bencana Aceh Tamiang
Sebelumnya, banjir di Aceh Timur hanya melanda lima kecamatan.
Plt Kepala BPBD Kabupaten Aceh Timur, Afifullah menjelaskan, perluasan dampak banjir dipicu hujan dengan intensitas tinggi.
“Sebelumnya banjir terjadi di lima kecamatan. Kini meluas hingga 10 kecamatan,” ungkapnya.
Ke-10 kecamatan tersebut, Simpang Ulim, Pante Bidari, Indra Makmur, Banda Alam, Madat, Julok, Bireum Bayeun, Rantau Pereulak, Sungai Raya dan Rantau Selamat.
Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky mengatakan, ketinggian banjir bervariasi. Mulai 30 sentimeter hingga satu meter.
Hingga saat ini, tim gabungan siaga di lokasi banjir untuk memantau perkembangan.
“Puluhan desa terendam banjir di 10 kecamatan itu. Salah satu kecamatan terluas terendam banjir, Simpang Ulim. Sedikitnya ada 14 desa terendam banjir,” katanya.
BACA JUGA:
Bareskrim Selidiki Banjir Bandang Aceh Tamiang
Pihaknya telah menginstruksikan Kantor SAR Aceh Timur, BPBD dan para camat untuk siaga di lokasi banjir.
Jika ketinggian air bertambah, harus segera mengevakuasi warga ke lokasi yang lebih aman.
Ketua Forum Keuchik (Kepala Desa) Kecamatan Indra Makmu, Romi Syahputra menambahkan, saat ini sudah ada warga lima desa yang mengungsi.
Kelima desa itu, Blang Nisam, Pelita Sagop Jaya, Seuneubok Cina, Alue Ie Mirah dan Desa Jambo Lubok Kecamatan Inda Makmu. Mereka mengungsi ke meunasah (mushala) dan dataran lebih tinggi.
(Bambang Fourstian)


