GARUT, FOKUSJabar.id: Musibah kebakaran melanda dua wilayah berbeda di Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar) dalam satu malam. Yakni di Kecamatan Bungbulang dan Garut Kota.
Dugaan sementara, kedua peristiwa kebakaran tersebut dipicu dari hubungan pendek arus listrik (korsleting).
BACA JUGA:
Ini Penyebab Rumah Warga di Banjarwangi Garut Ludes Terbakar
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Garut, Usep Basuki Eko mengatakan, personelnya bekerja ekstra keras mengamankan kobaran api agar tidak merambat lebih luas ke pemukiman warga.
Peristiwa pertama terjadi di Kampung Ciawi Desa Mekarbakti Kecamatan Bungbulang, Rabu (7/1/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.
Api dengan cepat menghanguskan bangunan permanen milik Ikin dan Mimid.

“Api diduga berasal dari korsleting listrik. Karena konstruksi awal rumah merupakan tipe panggung atau bilik. Api menjadi sangat cepat merambat ke bangunan semi permanen di sebelahnya,” kata Eko.
Unit Pelaksana Teknis (UPT) Wilayah II Bungbulang mengerahkan satu unit kendaraan pancar ke lokasi.
Meskipun tidak ada korban jiwa, kerugian materiil akibat kejadian tersebut mencapai Rp200 juta.
Petugas berhasil melakukan pendinginan selama 110 menit untuk memastikan api benar-benar padam.
BACA JUGA:
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Lansia di Cinunuk Wanaraja
Belum berselang lama, kebakaran kembali terjadi pada Kamis (8/1/2026)dini hari. Lokasinya di Jalan Kiansantang Desa Paminggir Kecamatan Garut Kota.
Objek yang terbakar adalah rumah milik Ny Rita (50) dan sebagian lantai dua rumah milik Otang (72).
Eko menjelaskan, kronologi bermula saat pemilik rumah menyadari adanya gangguan listrik. Dia sempat meminta bantuan kerabatnya untuk memperbaiki. Namun saat bantuan tiba, api sudah terlanjur membesar.
“Kami menerjunkan tiga unit kendaraan. Termasuk unit water supply dari Pos Kota. Berkat respons cepat petugas, aset warga senilai Rp600 juta berhasil diselamatkan dari rambatan api,” jelas Eko.
Total kerugian diperkirakan mencapai Rp100 juta. Operasi pemadaman dinyatakan selesai pada pukul 05.15 WIB setelah proses pendinginan selama 149 menit.
BACA JUGA:
Dinkes Garut Perketat Skrining Super Flu
Menyikapi dua kejadian yang diduga akibat arus pendek ini, Usep Basuki Eko mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap instalasi listrik.
“Kami minta warga rutin mengecek kondisi kabel dan beban listrik di rumah. Jika ada kerusakan, segera panggil ahli untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.
(Y.A. Supianto)


