TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Chandra Negara, menyoroti buruknya kondisi infrastruktur jalan di Kecamatan Bungursari, khususnya Jalan Bengkok Cipeuteuy di Kelurahan Sukalaksana, yang kini rusak berat dan dinilai sangat membahayakan pengguna jalan.
Kerusakan parah terlihat sepanjang ruas jalan tersebut, yang menyerupai kubangan air besar dan sulit dilalui baik oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Kondisi semakin memprihatinkan saat malam hari karena minimnya penerangan.
Situasi ini disaksikan langsung oleh Dicky ketika melintas menuju acara peresmian gedung baru Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Falah, Cipeuteuy, pada Rabu (7/1/2026).
“Saya melihat langsung kondisinya. Jalan ini rusak parah dan tidak layak dilalui,” ujar Dicky usai meresmikan gedung MI Nurul Falah.
Pemkot Diminta Segera Turun Tangan
Menurut Dicky, kerusakan tersebut harus menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Tasikmalaya karena menyangkut mobilitas masyarakat Bungursari.
“Ini menjadi PR Pemerintah Kota. Jalan ini harus menjadi prioritas untuk segera diperbaiki. Pemerintah harus hadir ketika masyarakat membutuhkan, termasuk dalam perbaikan infrastruktur,” tegasnya.
Dicky mengaku telah menghubungi Kepala Dinas PU dan menindaklanjuti usulan perbaikan dari pihak kecamatan.
“Ada beberapa ruas jalan di Kota Tasikmalaya yang kondisinya tidak baik. Mudah-mudahan kita bisa segera melakukan perbaikan,” tambahnya.
Ia menegaskan, Jalan Bengkok Cipeuteuy merupakan akses vital masyarakat, terutama karena di kawasan tersebut terdapat fasilitas umum seperti sekolah, pesantren, dan perkantoran.
Camat Bungursari: Kerusakan Sudah Puluhan Tahun
Camat Bungursari, Sodik Sunandi, membenarkan bahwa jalan tersebut sudah lama mengalami kerusakan parah.
“Jalan ini sudah puluhan tahun rusak. Kondisinya semakin memburuk karena sering dilalui truk pengangkut galian pasir dengan tonase berat yang tidak sebanding dengan kekuatan aspal,” ungkap Sodik.
Ia menjelaskan bahwa pihak kecamatan telah berulang kali mengusulkan perbaikan melalui Musrenbang, namun hingga kini belum masuk prioritas pembangunan pemerintah kota.
“Kami sudah mengajukan perbaikan, dan berharap tahun ini mendapat perhatian khusus dari Pemkot,” ujarnya.
Tingginya Tonase Jadi Penyebab Utama Kerusakan
Sodik menuturkan, truk galian C yang melintas menjadi faktor utama cepatnya kerusakan jalan, sehingga meski dilakukan pengaspalan, kondisinya akan kembali rusak dalam waktu singkat.
Ia pun menyebutkan, warga dan pengusaha galian C telah beberapa kali duduk bersama untuk mencari solusi.
“Sudah dimusyawarahkan. Diperlukan jalur alternatif bagi truk pengangkut galian agar tidak melewati Jalan Cipeuteuy. Muatan juga harus dikurangi agar tidak membebani jalan,” jelasnya.
Meski ada kesepahaman awal, implementasi solusi tersebut dinilai masih lemah, sehingga kerusakan terus berlanjut.
“Selama truk bertonase tinggi masih lewat sini, jalan akan rusak lagi dan lagi,” tandasnya.
Sodik berharap Pemkot Tasikmalaya segera menindaklanjuti persoalan tersebut agar masyarakat kembali mendapatkan akses transportasi yang layak dan aman.
(Seda)


