MAJALENGKA,FOKUSJabar.id: Objek wisata Situ Cipanten di Desa Gunungkuning, Kecamatan Sindang, Majalengka, tengah bersiap menyambut perubahan besar. Bukan hanya penataan area wisata, tetapi hadirnya “penghuni baru” yang nilainya menembus miliaran rupiah, 2.000 ekor ikan koi premium keturunan Jepang.
Ribuan ikan koi tersebut merupakan hibah dari kolektor koi nasional, Hartono Sukwanto, sosok yang dikenal sebagai Bos Koi. Beberapa ikan di antaranya bahkan memiliki nilai fantastis, setara dengan satu unit mobil mewah seperti Mitsubishi Pajero.
Baca Juga: Bakal Ada Koi Seharga Pajero di Situ Cipanten, Begini Kata Bupati Majalengka
Karantina Super Ketat: 20 Kolam & 72 Ribu Liter Air Mineral
Karena nilai dan kualitas ikan yang sangat tinggi, Pemerintah Desa Gunungkuning menerapkan standar karantina luar biasa ketat. Sebelum dilepas ke Situ Cipanten pada 11 Januari 2026, seluruh koi akan menjalani perawatan khusus di 20 kolam karantina yang diawasi langsung oleh ahli profesional.
Yang membuat proses ini unik adalah penggunaan air mineral layak minum untuk mengisi kolam tersebut.
“Kami memesan sekitar lima tangki air mineral, ditambah tiga mobil lagi. Total 72 ribu liter air mineral kami siapkan. Ini agar suhu dan kondisi air benar-benar stabil untuk ikan-ikan mahal tersebut,” ujar Kepala Desa Gunungkuning, Rudi Yudistira Gozali, Rabu (7/1/2025).
Penggunaan air mineral ini dipilih untuk menghindari perubahan suhu dan kualitas air yang dapat membuat koi stres pada tahap awal adaptasi.
Mengapa Hibah Bernilai Miliaran? Ini Alasannya
Bos Koi Hartono Sukwanto menjelaskan alasan di balik keputusan mengejutkan yang dianggap sangat “nekat” oleh banyak orang: kejernihan alam Situ Cipanten.
Air Situ Cipanten dikenal “herang pisan” sangat jernih, dengan gradasi hijau kebiruan dan suhu dingin khas kaki Gunung Ciremai. Kondisi tersebut dinilai ideal untuk pertumbuhan koi kelas kontes, terutama dalam mempertahankan intensitas warna tubuh.
Baginya, melepas koi di tempat seindah Cipanten justru menjadi kebanggaan tersendiri.
Wisata Cipanten Melejit ke Level Dunia
Kehadiran 2.000 koi premium ini akan mengubah wajah wisata Majalengka. Situ Cipanten tidak hanya menyuguhkan keindahan alam, tetapi juga menjadi destinasi edukasi ikan hias kelas dunia.
Pengunjung nantinya dapat menikmati pemandangan tak biasa melihat ikan koi seharga mobil Avanza hingga Pajero berenang bebas di perairan jernih, bahkan dari perahu kaca atau spot foto khusus.
Situ Cipanten pun berpotensi menjadi magnet baru wisatawan mancanegara, terutama komunitas pecinta koi internasional.
“Saya bermimpi Situ Cipanten penuh dengan ikan berkualitas tinggi. Saya yakin Cipanten akan mendunia,” ujar Rudi optimistis.
Peristiwa Bersejarah 11 Januari
Momen pelepasan koi pada 11 Januari 2026 disebut-sebut sebagai momentum penting. Karena menjadi kali pertama ikan koi kualitas kontes dilepasliarkan dalam jumlah besar ke perairan terbuka.
Pemerintah desa berharap masyarakat turut menjaga aset bernilai tinggi ini, agar Situ Cipanten menjadi laboratorium alam unik yang membawa manfaat jangka panjang untuk pendidikan, pariwisata, dan ekologi.
(Abdul)


