spot_img
Rabu 7 Januari 2026
spot_img

Dinkes Garut Perketat Skrining Super Flu

GARUT, FOKUSJabar.id: Kepala Dinkes Garut Jawa Barat (Jabar), Leli Yuliani menjelaskan soal teknis deteksi varian Influenza A H3N2 sub-clade K atau yang sering disebut sebagai Super Flu.

Menurut Leli, hingga saat ini belum ditemukan laporan kasus positif varian tersebut yang berasal dari spesimen pasien di wilayah Kabupaten Garut.

BACA JUGA:

Pencarian Hari ke-2 Lansia Hanyut di Sungai Cimanuk Garut Nihil

Kepala Dinkes Garut mengungkapkan, kepastian mengenai keberadaan varian ini hanya bisa diketahui melalui pengujian DNA atau Whole Genome Sequencing (WGS)

Namun untuk wilayah Garut, hasil pengujian tersebut sejauh ini masih nihil.

“Belum ada laporan dari hasil tes laboratorium secara DNA atau WGS yang dilakukan RSHS dan Labkesda Provinsi Jawa Barat terkait pasien dari Garut,” kata Leli kepada FOKUSJabar, Rabu (7/1/2026).

Dia menjelaskan, selama ini pemeriksaan WGS di Jawa Barat diprioritaskan bagi pasien yang dirawat di rumah sakit rujukan provinsi.

“Pemeriksaan WGS dilaksanakan pada pasien yang dirawat di RS rujukan provinsi. Yaitu RSHS sebagai RS sentinel lokus pemeriksaan WGS. Sementara itu, sampai saat ini seluruh rumah sakit di Garut belum dijadikan sentinel sampel WGS,” ungkapnya.

Upaya Deteksi dan Skrining 

Meski belum menjadi lokus pemeriksaan WGS, langkah antisipasi di tingkat kabupaten sudah berjalan ketat.

Dinkes Garut telah menginstruksikan seluruh fasilitas kesehatan untuk melakukan pemantauan terhadap pasien dengan gejala yang mengarah pada influenza berat.

BACA JUGA:

Lantik 88 Pejabat, Bupati Garut Tekankan Pelayanan Prima dan Integritas

“Upaya yang dilakukan untuk mendeteksi kasus ‘Super Flu’ di rumah sakit adalah melalui skrining ketat,” jelasnya.

“Rumah sakit yang merawat pasien suspek diwajibkan mengisi form laporan khusus yang terkoneksi langsung ke Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat,” tambahnya.

Situasi Epidemiologi dan Data Nasional

Secara nasional, sub-clade K ini memang telah terdeteksi di 8 provinsi di Indonesia sejak Agustus 2025 dengan total 62 kasus hingga akhir Desember.

BACA JUGA:

Soal Rotasi Jabatan, Bupati Garut Bilang Begini

Jawa Barat termasuk dalam jajaran tiga besar provinsi dengan temuan kasus terbanyak bersama Jawa Timur dan Kalimantan Selatan.

Data surveilans menunjukkan karakteristik penyebarannya. Yakni, kelompok rentan terbanyak ditemukan pada perempuan (64 persen).

Usia Dominan (anak-anak usia 1-10 tahun) mencakup 35 persen dari total kasus dan karakteristik varian. Berdasarkan 843 spesimen positif influenza secara nasional, sebanyak 172 sampel adalah tipe A(H3). Di mana 62 di antaranya (36 persen) merupakan sub-clade K.

BACA JUGA:

Bawa Program Taman Pendidikan, Siswi SMPN 1 Garut Menuju Grand Final Duta Siswa Indonesia 2026

Kepala Dinkes Garut mengingatkan, meski tren nasional cenderung menurun dalam dua bulan terakhir, kewaspadaan masyarakat jangan sampai kendor.

Masyarakat diminta segera ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) jika gejala flu tidak membaik dalam tiga hari. Terutama jika disertai sesak napas atau demam tinggi yang menetap.

“Vaksinasi influenza tahunan tetap menjadi tameng utama bagi kelompok rentan. Seperti lansia, ibu hamil dan pemilik komorbid agar terhindar dari risiko rawat inap atau kematian,” pungkasnya.

(Y.A. Supianto)

spot_img

Berita Terbaru