spot_img
Selasa 6 Januari 2026
spot_img

Lantik 88 Pejabat, Bupati Garut Tekankan Pelayanan Prima dan Integritas

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin melantik dan mengambil sumpah 88 pejabat di Gedung Pendopo Garut, Selasa (6/1/2026).

Mereka merupakan 69 pejabat struktural dan 19 pejabat fungsional.

Dari 69 pejabat struktural, tiga di antaranya, Beni Yoga Gunasantika, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dyah Savitri (Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan) serta Agus Kurniawan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika.

BACA JUGA:

Bawa Program Taman Pendidikan, Siswi SMPN 1 Garut Menuju Grand Final Duta Siswa Indonesia 2026

Bupati Garut menegaskan, pelantikan ini bukan sekadar rutinitas pengisian jabatan kosong atau promosi biasa.

Dia menyebut, momentum tersebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat dinamisasi organisasi dan merespons tuntutan reformasi birokrasi yang kian mendesak.

“Pelantikan hari ini adalah upaya kita menjawab aspirasi masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik. Pendekatan pelayanan prima bukan lagi pilihan, tapi agenda yang tidak bisa ditawar. Ini untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap birokrasi,” kata Bupati.

Syakur menyoroti perubahan pola komunikasi masyarakat di era digital. Menurutnya, birokrasi saat ini harus lebih peka terhadap informasi yang beredar di media sosial, meski tidak semua data bersifat valid.

Dia mencontohkan, kejadian di wilayah Desa Panggalih Kecamatan Cisewu.

Meski pemerintah telah mendeteksi kebutuhan tersebut sejak lama dan mengalokasikan anggaran. Namun narasi publik seringkali menganggap pemerintah tidak bekerja.

BACA JUGA: Soal Rotasi Jabatan, Bupati Garut Bilang Begini

“Itu risiko pekerjaan, jangan ditanggapi berlebihan. Tapi responslah dengan baik dan jadikan atensi,” katanya.

“Jika ada masalah di lapangan, Saya minta camat dan lurah cepat cari informasi dan solusi,” tegasnya.

Bupati memberikan instruksi kepada Disdukcapil dan Diskominfo untuk merapikan integrasi data.

Hal tersebut dipicu adanya laporan bantuan sosial yang tidak tepat sasaran. Di mana warga dengan kategori ekonomi mampu justru masuk dalam daftar penerima bantuan.

BACA JUGA: Mantan Anggota DPRD Garut Deklarasi FK2PMD, Ada Apa?

“Kita akan lakukan pemadanan data yang lebih efektif. Jangan sampai ada masyarakat yang semestinya menerima bantuan malah terlewat,” imbuhnya.

bupati garut fokusjabar.id
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, melantik dan mengambil sumpah 69 pejabat struktural serta 19 pejabat fungsional

Bupati menjelaskan, ada tiga indikator utama yang digunakan dalam sistem manajemen talenta Pemkab Garut. Yakni, kompetensi (pendidikan), keterampilan dan pengalaman.

Bupati Garut juga menekankan pentingnya integritas dan kepatuhan terhadap hukum.

“Penyalahgunaan kewenangan adalah pelanggaran fundamental. Hukumannya disiplin berat. Saya tidak ingin mendengar ada kegaduhan internal,” tegas Syakur.

BACA JUGA:

Temuan Pelanggaran Fatal, Pemkab Garut Segel Galian Pasir CV Tanjung Jaya

Dia berpesan, para pejabat yang baru dilantik tetap rendah hati. Dan menjauhkan diri dari sifat sombong.

Menurut Dia, jabatan adalah amanah sementara yang harus dijadikan ladang ibadah.

“Jangan arogan. Karena jabatan tidak ada yang abadi. Jadikan ini pintu kebaikan. Semakin tinggi jabatan. Semakin besar godaannya. Bekerjalah dengan tulus. Biarkan waktu yang membuktikan dedikasi Anda,” pungkasnya.

Acara pelantikan dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda), Nurdin Yana, unsur Forkopimda serta para kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab Garut.

Sebelumnya FOKUSJabar mengabarkan, Bupati memberikan sinyal kuat mengenai penataan organisasi melalui rotasi dan mutasi besar-besaran.

Pemkab Garut tengah menyiapkan desain struktur instansi baru. Langkah tersebut mencakup rencana rotasi dan mutasi ASN. Hal itu sebagai upaya penguatan kinerja birokrasi serta peningkatan kualitas pelayanan publik.

BACA JUGA:

Mantan Anggota DPRD Garut Deklarasi FK2PMD, Ada Apa?

Dia mengingatkan, ASN tidak terjebak dalam zona nyaman dengan menduduki satu posisi dalam jangka waktu yang lama.

Menurutnya, dinamika tugas sangat diperlukan agar aparatur lebih adaptif dan profesional.

“Saya ingatkan, hindari zona nyaman. Dalam sebuah organisasi, kita memerlukan orang-orang yang multi-talent,” tegas Bupati Garut.

(Y.A. Supianto)

spot_img

Berita Terbaru