spot_img
Selasa 6 Januari 2026
spot_img

Jelang Ramadan 1447 H, Muhammadiyah Garut Siapkan Peluncuran Buku Sejarah

GARUT,FOKUSJabar.id: Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Garut tengah mematangkan penyusunan buku sejarah persyarikatan sebagai warisan intelektual bagi generasi mendatang. Upaya ini tidak hanya menjadi dokumentasi, tetapi juga langkah strategis untuk melestarikan jejak perjuangan Muhammadiyah di Garut.

Dosen Universitas Muhammadiyah Bandung sekaligus sejarawan muslim, Sopaat Rahmat Selamet, menegaskan pentingnya penulisan sejarah yang berbasis metodologi ilmiah. Menurutnya, sejarah tidak bisa ditulis secara serampangan.

Baca Juga: Bawa Program Taman Pendidikan, Siswi SMPN 1 Garut Menuju Grand Final Duta Siswa Indonesia 2026

“Menulis sejarah tidak bisa langsung menulis begitu saja. Ada tahapan penting yang harus dilalui, mulai dari heuristik atau pengumpulan sumber, verifikasi, kritik sumber primer maupun sekunder, hingga interpretasi dan historiografi,” ujar, Selasa (6/1/2026).

Dari proses kurasi naskah para peserta lomba, Sopaat mengungkapkan bahwa sekitar 80 persen karya sudah tergolong baik. Meski demikian, masih ada beberapa catatan teknis yang perlu diperbaiki sebelum buku naik cetak.

“Secara umum sudah bagus, tetapi tetap ada yang harus direvisi, terutama menyangkut prosedur riset sejarah. Ada naskah dengan narasi kuat namun analisisnya kurang, atau sumber-sumber yang belum dilengkapi,” tambahnya.

Target Peluncuran Februari 2026

Program penyusunan buku sejarah Muhammadiyah Garut ini ditargetkan rampung dan diluncurkan pada Februari 2026, menjelang Ramadan 1447 Hijriah. Buku tersebut dirancang dalam format antologi atau bunga rampai, yang menghimpun berbagai perspektif sejarah Muhammadiyah di Garut.

Untuk menjaga standar akademik, proses penyuntingan dipercayakan kepada tim sejarawan dari UM Bandung yang juga merupakan putra daerah Garut. Sopaat berharap karya ini menjadi pemicu munculnya riset-riset sejarah yang lebih komprehensif di masa mendatang.

“Buku sejarah ini bukan sekadar dokumentasi, tetapi juga warisan literasi bagi kader. Garut adalah salah satu daerah awal berkembangnya Muhammadiyah di Jawa Barat, sehingga catatan ini sangat penting,” tegasnya.

Langkah Strategis Persyarikatan

Aep Saepudin, mewakili MPI PDM Garut, menjelaskan bahwa pihaknya telah menggelar bimbingan teknis (bimtek) pada Senin (5/1/2026) sebagai persiapan penyusunan buku. Bimtek ini merupakan tindak lanjut dari lomba penulisan esai bertema Sejarah Muhammadiyah Garut yang sebelumnya digelar dalam rangka Milad ke-113 Muhammadiyah.

“Kami berharap kegiatan ini memberi dampak nyata, sehingga karya peserta tidak hanya berhenti pada lomba, tetapi juga menjadi referensi bermanfaat bagi masyarakat luas,” ujar Aep.

Setelah diluncurkan, buku sejarah Muhammadiyah Garut ini rencananya akan didistribusikan secara luas ke sekolah-sekolah Muhammadiyah, Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), dan organisasi otonom (ortom) di seluruh wilayah Garut.

(Y.A. Supianto)

spot_img

Berita Terbaru