GARUT, FOKUSJabar.id: Prestasi membanggakan di tingkat nasional kembali ditorehkan pelajar asal Kabupaten Garut. Zulqaidah Yasmin Nurhakimah (15), siswi kelas 9 SMPN 1 Garut Jawa Barat (Jabar) resmi terpilih sebagai salah satu Grand Finalis ajang pemilihan Duta Siswa Indonesia 2026.
Kompetisi bergengsi ini merupakan wadah bagi siswa-siswi berprestasi dari seluruh penjuru tanah air dalam upaya menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045.
BACA JUGA:
Soal Rotasi Jabatan, Bupati Garut Bilang Begini
Zulqaidah berhasil menyisihkan ribuan peserta melalui tahapan seleksi ketat. Mulai dari psikotes, wawancara hingga pembuatan video profil.
Dalam upaya merebut gelar juara, Zulqaidah mengusung misi sosial yang diberi nama “Taman Pendidikan.”
Program tersebut dirancang sebagai solusi bagi anak-anak yang memiliki keterbatasan biaya agar tetap mendapatkan hak pendidikan yang layak.
“Taman Pendidikan adalah wadah bagi siswa-siswi yang kekurangan biaya sekolah. Mereka bisa belajar di sana. Dan saya pun terjun langsung ikut mengajar,” kata Zulqaidah.

Perjuangan Zulqaidah akan berlanjut pada masa karantina yang dijadwalkan pada 29 Januari hingga 2 Februari 2026.
Selama periode tersebut, para finalis akan dibekali berbagai materi dan penilaian intensif.
BACA JUGA:
Temuan Pelanggaran Fatal, Pemkab Garut Segel Galian Pasir CV Tanjung Jaya
“Agenda selama karantina pelatihan alam, presentasi proyek sosial yang selama ini dijalankan hingga pengesahan program kerja sebagai Duta Siswa,” ungkapnya.
Siswi SMPN 1 Garut ini optimistis membawa pulang predikat tertinggi dalam ajang tersebut.
“Target saya ingin menjadi Duta Siswa Utama. Khususnya untuk kategori putri,” tegasnya.
Capaian Zulqaidah diharapkan tidak hanya mengharumkan nama sekolah. Namun juga menjadi pemantik inspirasi bagi seluruh pelajar di Kabupaten Garut untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sejak usia dini.
Keberhasilan Zulqaidah Yasmin Nurhakimah melaju ke Grand Final Duta Siswa Indonesia 2026 tidak lepas dari peran besar kedua orang tuanya.
Doni Juansyah, ayah kandung Zulqaidah mengungkapkan rasa bangga. Dia juga bersyjur atas pencapaian sang putri yang kini membawa nama harum Kabupaten Garut di kancah nasional.
Menurut Doni, Zulqaidah dikenal sebagai sosok remaja yang sangat disiplin dan mandiri dalam belajar. Alih-alih banyak bermain di luar rumah, siswi kelas 9 SMPN 1 Garut ini lebih banyak menghabiskan waktunya untuk hal produktif.
“Selaku orangtua, tentu kami sangat bangga. Zulqaidah tidak banyak bermain di luar rumah. Kalaupun keluar, biasanya hanya untuk urusan sekolah dan les,” katanya, Selasa (6/1/2026).
BACA JUGA:
Mantan Anggota DPRD Garut Deklarasi FK2PMD, Ada Apa?
Doni menambahkan, dirinya tidak perlu memberikan arahan yang kaku. Pasalnya Zulqaidah memiliki motivasi internal yang kuat.
“Saya tidak banyak mengatur. Dia sendiri yang memiliki inisiatif belajar. Peran kami hanya memantau dan terus mendukung langkahnya,” ungkap Doni didampingi Ny. Yati Damiyati.
Kolaborasi untuk Taman Pendidikan
Dukungan konkret diberikan Doni dan Yati terhadap program kerja Taman Pendidikan. Agar program tersebut berjalan maksimal, Doni berkoordinasi dengan instansi pemerintah terkait untuk penyediaan fasilitas literasi.
“Kami dukung program tersebut dengan berkoordinasi bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) untuk peminjaman buku. Alhamdulillah, Pak Kadis sangat mendukung dan meminjamkan banyak koleksi buku untuk menunjang kegiatan belajar di sana,” jelas Doni.
Jejak Prestasi Bidang Matematika
Ternyata, prestasi Zulqaidah diajang Duta Siswa Indonesia bukanlah yang pertama. Sebelum menembus babak Grand Final, Dia telah mengoleksi berbagai penghargaan di bidang akademik. Khususnya Matematika.
BACA JUGA:
Garut Sambut Investasi Besar, Industri Garmen Siap Serap Ribuan Pekerja
“Sejauh ini anak saya sudah mengumpulkan banyak sertifikat, piagam, medali emas, perak dan perunggu dari berbagai kompetisi Matematika tingkat nasional,” ungkap Doni bangga.
Dengan bekal kedisiplinan dan dukungan penuh keluarga, Zulqaidah kini bersiap menghadapi masa karantina pada 29 Januari mendatang.
Dia diharapkan dapat memberikan performa terbaik dan mewujudkan target menjadi Duta Siswa Utama Putri Indonesia 2026.
(Y.A. Supianto)


