ACEH, FOKUSJabar.id: Bareskrim Polri mengusut sumber banjir bandang di Aceh Tamiang. Salah satu fokus penyelidikan, asal lumpur yang menimbun rumah warga di kawasan Kuala Simpang.
Mengutip tempo.co, Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim, Brigadir Jenderal Mohammad Irhamni mengatakan, lumpur tersebut berasal dari sedimentasi aliran Sungai Tamiang.
BACA JUGA:
1.709 Alat Berat Tangani Bencana Sumatera
Menurut dia, sedimentasi itu terjadi karena ketidaktaatan dalam proses pembukaan lahan di hulu.
“Sedimentasi itu disebabkan adanya ketidaktaatan pada saat pembukaan lahan. Terlebih kalau ilegal,” kata Irhamni di Aceh Timur.
Dia meninjau area hulu Sungai Tamiang di wilayah Aceh Timur. Di sana banyak perkebunan sawit di tepian sungai. Terutama di daerah Simpang Jernih, Aceh Timur.
Banjir bandang juga menyapu perkebunan sawit tersebut hingga meninggalkan kubangan lumpur. Hanya beberapa pohon kelapa sawit yang masih berdiri.
Selain bekas bukaan lahan sawit, tim juga melihat longsoran di banyak titik punggung bukit yang mengarah ke aliran sungai. Longsoran itu turut menyumbang material lumpur yang kemudian merendam rumah warga.
BACA JUGA:
Pemerintah Pusat Gelontorkan Rp852 M untuk Revitalisasi 897 Sekolah di Sumut
Selain menyelidiki dugaan pelanggaran lingkungan yang mengakibatkan sedimentasi. Bareskrim juga memeriksa tumpukan kayu yang banyak ditemukan di Aceh Tamiang.
“Kami mencocokkan dan mengidentifikasi kayu yang ada di Darul Mukhlisin dengan kayu yang ada di hulu,” kata Irhamni.
Dia menyebut, sebagian kayu yang ditemukan di sekitar Kuala Simpang diduga berasal dari aktivitas pembalakan liar di kawasan Hutan Lindung Simpang Jernih dan Serbajadi di Aceh Timur.
Tim Dittipidter masih menyelidiki pihak-pihak yang diduga melakukan pembalakan liar di kawasan hutan itu.
Sebagian kayu yang ditemukan di TKP merupakan jenis kayu hutan seperti Meranti.
Selain di Kuala Simpang, gelondongan kayu juga berserakan di Desa Baling Karang, Aceh Tamiang.
Jenis kayu tersebut diduga sebagian berasal dari aktivitas pembalakan liar di hutan lindung.
(Bambang Fouristian)


