spot_img
Selasa 6 Januari 2026
spot_img

Bakal Ada Koi Seharga Pajero di Situ Cipanten, Begini Kata Bupati Majalengka 

MAJALENGKA, FOKUSJabar.id: Destinasi wisata kebanggaan warga Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Situ Cipanten yang berada di Desa Gunung Kuning, Kecamatan Sindang, saat ini sedang bersiap melakukan transformasi besar. 

Tidak tanggung-tanggung, danau alami yang di kenal dengan airnya yang jernih akan kedatangan “penghuni baru” yang fantastis, yaitu 2 ribu ekor ikan Koi kelas premium.

​Langkah berani ini di inisiasi oleh pengusaha kawakan, yaitu Bos Koi Hartono Soekwanto, yang berkomitmen menebar benih Koi dari garis keturunan Jepang di Situ Cipanten.

Baca Juga: Bos Koi Hartono Soekwanto Siap Tebar 2 Ribu Ikan Koi Kelas Premium di Situ Cipanten

​Bukan sekedar ikan hias biasa, Koi yang akan di tebar memiliki nilai ekonomi yang fantastis.

Bupati Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, M.M, mengungkapkan, bahwa koleksi ikan Koi yang akan di tebar di Situ Cipanten bernilai miliaran rupiah.

​”Bahkan ada satu ekor Koi yang harganya setara dengan mobil Pajero. Ini luar biasa dan akan menjadi daya tarik ikonik bagi wisatawan untuk berkunjung ke Situ Cipanten,” ungkap Eman Suherman belum lama ini.

​Selain itu, kombinasi antara perahu transparan yang sudah ada, dengan kehadiran ribuan Koi premium ini di prediksi akan menciptakan pengalaman wisata visual yang mewah. 

Dan wisatawan nantinya bisa berinteraksi langsung dengan ikan-ikan seharga mobil mewah di balik jernihnya air Situ Cipanten. 

Kebayang bagaimana serunya melihat langsung ikan Koi seharga Pajero berada persis di bawah perahu dan berinteraksi langsung dengan pengunjung.

​Kehadiran ribuan ikan Koi ini bukan sekadar estetika, melainkan mesin ekonomi baru bagi Desa Gunungkuning Kecamatan Sindang Majalengka.

Bupati Eman Suherman juga mengaku optimistis, bahwa Pendapatan Asli Desa (PADes) akan melonjak tajam.

“Tidak hanya naik 100 tapi 200 bahkan bisa sampai 300 persen karena ada penghuni baru yang sangat ikonik,” tuturnya. 

​Sementara, PADes Desa Gunung Kuning, yaitu Rp2,5 Miliar. Maka target pendapatan di tahun depan setelah ada Koi bisa naik menjadi Rp 7 Miliar lebih.

​”Kami sangat mendukung langkah ini karena dampaknya akan luar biasa. Jika PADes meningkat, kesejahteraan masyarakat desa pun akan ikut terangkat,” tutur Bupati Eman.

Pelebaran Akses Jalan

​Meskipun lokasinya strategis karena dekat dengan jalan provinsi, Bupati Eman mengakui masih ada tantangan infrastruktur. 

Dan Pemerintah Daerah berkomitmen untuk memperlebar akses jalan kabupaten menuju Situ Cipanten agar bus pariwisata dan kendaraan besar dapat melintas dengan leluasa.

​”Akses jalan harus kita perbaiki. Ini PR kami agar Situ Cipanten benar-benar menjadi lokasi wisata unggulan nasional,” tegasnya.

Baca Juga: Situ Cipanten Majalengka Diserbu 19 Ribu Wisatawan, Jadi Magnet Wisata Jabar

​Di balik ambisi besar tersebut, Bupati Eman menitipkan pesan penting bagi masyarakat setempat. Dia mengimbau supaya warga Desa Gunungkuning untuk memiliki rasa memiliki (sense of belonging) yang tinggi.

​Juga, menjaga kelestarian alam dengan memastikan air tetap jernih dan ekosistem terjaga, merawat Ikan Koi serta melindungi aset bernilai tinggi agar tidak rusak atau hilang.

​Selain itu, keramahan Wisata dengan menciptakan lingkungan yang nyaman bagi para pengunjung.

​”Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, Situ Cipanten kini menatap masa depan sebagai destinasi wisata kelas dunia yang memadukan keindahan alam Majalengka dengan kemewahan ikan Koi Jepang,” pugkasnya.

(Abdul)

spot_img

Berita Terbaru