SUMATERA, FOKUSJabar.id: Kementerian Pekerjaan Umum menambah 39 alat berat dari BUMN karya untuk penanganan bencana di tiga wilayah terdampak bencana Sumatera.
“Total alat berat yang telah dimobilisasi sebanyak 1.709 unit,” kata Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo.
BACA JUGA:
Pemerintah Pusat Gelontorkan Rp852 M untuk Revitalisasi 897 Sekolah di Sumut
Mengutip tempo.co, jumlah tambahan alat berat tersebut merupakan data per Minggu (4/1/2026).
Penambahan alat berat difokuskan untuk mempercepat penanganan darurat, pembersihan material longsoran, pemulihan akses jalan dan mendukung distribusi logistik di wilayah terdampak. Yakni, Aceh, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar).
Kementerian Pekerjaan Umum melaporkan, tambahan alat berat di Aceh terdiri dari di 13 unit excavator, satu unit backhoe loader, empat unit wheel loader dan lima unit dump truck.
BACA JUGA:
Penuhi Air Bersih, Polri Bangun 436 Sumur Bor di Sumatera
Alat berat itu ditempatkan pada wilayah terdampak. Di antaranya, Kabupaten Gayo Lues, Pidie Jaya dan Aceh Tamiang.
Sementara di Provinsi Sumatera Utara, penambahan alat berat berupa 15 unit excavator, satu unit backhoe loader, satu unit wheel loader, dua unit dump truck, satu unit bulldozer dan satu unit pickup untuk penanganan pada ruas Tarutung–Sibolga.
Sedangkan di Sumbar, Kementerian Pekerjaan Umum mengurangi enam unit excavator. Hal tersebut disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
Adapun penambahan alat berat di Sumatera Barat berupa satu unit mini excavator yang difokuskan di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam.
BACA JUGA:
Masa Tanggap Darurat di Kabupaten Agam Sumbar Diperpanjang
Selain alat berat, Kementerian PU juga menambah jembatan bailey. Saat ini terdapat 16 unit yang disiagakan.
14 unit di antaranya tersebar di Aceh. Sedangkan dua unit lainnya berada di Sumatera Utara.
Kementerian Pekerjaan Umum menyebut, tidak ada jembatan bailey yang terpasang di Sumatera Barat.
(Bambang Fouristian)


