TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Awal tahun 2026 menjadi masa sulit bagi layanan transfusi darah di RSUD KHZ Musthafa Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.
Bank Darah Rumah Sakit (BDRS) setempat melaporkan mengalami kekosongan stok darah untuk seluruh golongan, sehingga berpotensi menghambat penanganan pasien yang membutuhkan transfusi segera.
Penanggungjawab BDRS RSUD KHZ Musthafa Kabupaten Tasikmalaya, dr. Nuria Nirmala, mengungkapkan hingga Senin (5/1/2026), persediaan darah di BDRS tercatat nihil, baik untuk darah utuh (whole blood/WB) maupun komponen sel darah merah (PRC) dari seluruh golongan A, B, O, dan AB.
BACA JUGA:
Viral Soal Bayar Darah, RSUD KHZ Musthafa Kabupaten Tasikmalaya Jelaskan Fakta Sebenarnya
“Kondisi stok darah saat ini kosong total. Tidak ada darah yang tersedia di BDRS, baik WB maupun PRC dari semua golongan darah,” ujar dr. Nuria saat dikonfirmasi, Senin (5/1/2026).
Ia menjelaskan, kondisi tersebut terjadi di tengah kebutuhan transfusi yang relatif tinggi. Terutama untuk pasien gawat darurat, ibu melahirkan, dan pasien dengan penyakit tertentu yang membutuhkan darah secara berkelanjutan.
Oleh karena itu, pihak rumah sakit meminta keluarga pasien untuk mengantisipasi dengan mencari pendonor secara mandiri sambil menunggu pasokan dari Unit Transfusi Darah (UTD) PMI.
Berdasarkan data rekapitulasi sepanjang tahun 2025, BDRS RSUD KHZ Musthafa menerima total 1.536 labu darah dari UTD PMI.
Rinciannya, sebanyak 1.210 labu berasal dari UTD PMI Kabupaten Tasikmalaya dan 326 labu dari UTD PMI Kota Tasikmalaya.
“Dropping darah dari PMI sepanjang 2025 sebenarnya cukup membantu. Bahkan pada November dan Desember terjadi peningkatan pasokan, meskipun jumlahnya belum ideal untuk menutup kebutuhan layanan,” jelas dr. Nuria.
Namun, sambung Nuria, masuknya tahun baru justru diwarnai kekosongan stok, yang menurutnya perlu menjadi perhatian bersama.
Ia menegaskan, ketersediaan darah sangat bergantung pada partisipasi pendonor sukarela, sementara kebutuhan pasien bersifat mendesak dan tidak bisa ditunda.
Pihak BDRS RSUD KHZ Musthafa pun mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian dengan rutin mendonorkan darah.
Selain membantu pasien yang membutuhkan, donor darah juga menjadi kunci menjaga stabilitas stok darah di wilayah Kabupaten Tasikmalaya.
BACA JUGA: Jejak Air Ajaib Situ Cipanten Desa Gunungkuning Majalengka
“Setetes darah sangat berarti bagi keselamatan pasien. Kami berharap masyarakat yang memenuhi syarat dapat segera mendonorkan darahnya,” pungkas dr. Nuria.
Ia menambahkan kondisi kosongnya stok darah ini, diharapkan dapat segera teratasi melalui sinergi rumah sakit, PMI, dan partisipasi aktif masyarakat, agar layanan transfusi darah bagi pasien tetap berjalan aman dan optimal.
(Farhan)


