BANJAR,FOKUSJabar.id: Wali Kota Banjar, Sudarsono, resmi melantik dan mengambil sumpah/janji Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) di lingkungan Pemerintah Kota Banjar. Pelantikan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat organisasi perangkat daerah (OPD) sekaligus mendorong percepatan pembangunan di berbagai sektor.
Dalam sambutannya, Sudarsono menegaskan bahwa pejabat yang baru dilantik harus segera tancap gas dan beradaptasi dengan tugas barunya. Ia menekankan pentingnya kecepatan dalam pengambilan keputusan agar program pembangunan dapat berjalan lebih efektif.
Baca Juga: Polres Banjar Gerak Cepat Evakuasi Korban Laka ke RSOP Ciamis
“Harapan saya dengan pejabat baru ini, setiap program yang telah kita sepakati bisa dipercepat baik dalam pengambilan keputusan maupun pelaksanaannya,” ujarnya, Senin (5/1/2026).
Sudarsono juga menjelaskan alasan melaksanakan pelantikan pada awal tahun. Menurutnya, hal tersebut menunggu turunnya persetujuan teknis (pertek) dari pemerintah pusat. Dokumen baru Pemkot Banjar terima pada hari Jumat sebelumnya sehingga tidak memungkinkan melakukan pelantikan pada hari yang sama.
“Pertek baru turun hari Jumat. Kalau memaksakan sore hari, tentu memberatkan. Jadi kita jadwalkan ulang. Kini semua OPD yang sebelumnya kosong sudah terisi, tinggal Asisten Daerah II yang masih menunggu,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sudarsono mengingatkan adanya tantangan besar yang harus Kota Banjar hadapi. Terutama keterbatasan anggaran daerah. Dengan kondisi APBD yang terbatas, pejabat baru harus lebih kreatif, inovatif, dan aktif menjalin komunikasi untuk mencari dukungan anggaran dari pemerintah pusat maupun provinsi.
“Dengan kondisi APBD seperti sekarang, mereka minimal harus bisa berlari mencari anggaran tambahan,” tegasnya.
Sudarsono berharap para pejabat baru dapat menunjukkan kinerja nyata dan berorientasi pada pelayanan publik. Ia menekankan agar setiap pengambilan kebijakan tetap memprioritaskan akuntabilitas dan kepentingan masyarakat.
“Dengan terisinya jabatan strategis ini, harapannya koordinasi antar OPD semakin kuat dan tidak lagi terkendala kekosongan pimpinan,” ungkapnya.
(Agus)


