spot_img
Senin 5 Januari 2026
spot_img

Pemkot Bandung Genjot Perbaikan Infrastruktur dan Pengelolaan Sampah 2026

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyerukan seluruh jajaran Pemerintah Kota Bandung untuk menjadikan tahun 2026 sebagai momentum peningkatan kinerja yang lebih solid dibandingkan tahun sebelumnya. Menurutnya, perhatian publik terhadap Kota Bandung kini semakin besar, baik dari media, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, maupun Pemerintah Pusat.

Kondisi tersebut, kata Farhan, menuntut aparatur Pemkot Bandung bekerja lebih antisipatif, terstruktur, dan kolaboratif dalam menghadapi berbagai persoalan kota.

Baca Juga: Pemerintah Pusat Gelontorkan Rp852 M untuk Revitalisasi 897 Sekolah di Sumut

“Saya pastikan 2026 adalah tahun kita memberikan hasil yang lebih baik dari 2025. Tantangan semakin berat, tetapi kemampuan kita juga semakin tinggi,” ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Senin (5/1/2026).

Evaluasi 2025 Sampah Jadi Fokus Utama

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian utama adalah pengelolaan sampah. Farhan mengakui masalah ini masih menjadi tantangan besar di Kota Bandung. Namun, ia menilai upaya yang dilakukan pemerintah kota sudah mengarah pada perbaikan yang signifikan.

Pada awal 2025, hampir seluruh pembuangan sampah kota masih ke TPA Sarimukti. Kini, sekitar 20 persen atau sekitar 320 ton sampah per hari telah berhasil dikelola dan dimusnahkan melalui berbagai teknologi pengolahan.

Farhan menargetkan pada Februari 2026, jumlah sampah yang dapat dikelola meningkat menjadi 30 persen atau hampir 500 ton per hari, dari total timbulan yang mencapai 1.500 ton per hari. Meski demikian, masih tersisa sekitar 70 persen atau hampir 1.000 ton sampah yang perlu penanganan secara lebih optimal.

“Tidak ada satu solusi ajaib dalam penanganan sampah. Membutuhkan langkah yang terstruktur dan berkelanjutan,” tegasnya.

Untuk memperkuat pengelolaan dari sumbernya, Pemkot Bandung akan meluncurkan program penugasan satu petugas pemilah dan pengolah sampah di setiap RW. Farhan meminta seluruh aparatur mendukung penuh program tersebut.

Aparatur Harus Berpikir Antisipatif

Selain isu sampah, Farhan menekankan pentingnya perubahan pola kerja aparatur agar tidak hanya bersifat reaktif, tetapi lebih antisipatif dalam merespons laporan masyarakat maupun potensi permasalahan.

Kolaborasi antar-organisasi perangkat daerah (OPD) juga menjadi fokus penekanan sebagai kunci keberhasilan. Ia meminta setiap OPD untuk memperkuat sinergi demi memastikan kebijakan dan program yang berjalan tepat sasaran.

Farhan juga menyoroti kebutuhan perbaikan infrastruktur kota, mulai dari jalan rusak, sistem drainase, trotoar, hingga penerangan jalan umum. Pada tahun 2026, perbaikan terfokus pada 17 ruas jalan yang menjadi akses utama wisata, namun seluruh wilayah kota tetap mendapat perhatian.

Di sisi lain, aparatur memiliki kewajiban untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem yang terprediksi mencapai puncak pada Februari 2026.

Farhan menutup arahannya dengan ajakan agar seluruh pegawai Pemkot Bandung bekerja dengan penuh integritas, kebanggaan, dan dedikasi.

“Kita buktikan bahwa kita adalah birokrat yang tangguh dan mampu mengelola Bandung sebagai ibu kota provinsi terbesar di Indonesia,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

spot_img

Berita Terbaru