MAJALENGKA,FOKUSJabar.id: Kabar gembira datang bagi pecinta wisata alam dan komunitas penghobi ikan hias. Destinasi wisata unggulan Kabupaten Majalengka, Situ Cipanten, bersiap melakukan transformasi besar dengan penebaran 2.000 ekor benih ikan koi kelas premium pada 11 Januari 2026 mendatang.
Langkah ini diyakini akan menjadi titik awal perubahan besar, menjadikan Situ Cipanten sebagai destinasi wisata berkelas dunia, setara dengan kolam-kolam koi ikonik di Jepang.
Baca Juga: Situ Cipanten Majalengka Diserbu 19 Ribu Wisatawan, Jadi Magnet Wisata Jabar
Kolaborasi Bos Koi dan Irfan Hakim
Program ini terlaksana berkas gagasan dari pegiat koi nasional dan internasional, Hartono Soekwanto, atau akrab dengan sapaan “Bos Koi”. Dengan pengalaman panjang dan konsistensinya terhadap standar kualitas Jepang, Hartono berkomitmen menghadirkan bloodline koi unggulan untuk memperkaya ekosistem Situ Cipanten.
Artis sekaligus pecinta fauna, Irfan Hakim juga akan hadir dalam acara penebaran ikan ini. Dalam video yang beredar di media sosial, Irfan mengajak masyarakat Majalengka ikut menjaga keberadaan ikan-ikan mahal tersebut.
“Akan lebih bagus kalau sama-sama kita jaga. Jangan sampai setelah menebar, besoknya koi malah ditangkap,” ujar Irfan.
Ikan Bernilai Tinggi di Air Sejernih Kristal
Pemilihan Situ Cipanten bukan tanpa alasan. Menurut Hartono, kejernihan air danau yang terkenal “herang pisan” menjadi faktor utama yang membuat tempat ini ideal bagi koi premium.
Bahkan, ia menyebut wisatawan nantinya bisa menyaksikan pemandangan unik: koi bernilai setara mobil Avanza hingga Pajero berenang bebas di air berwarna hijau kebiruan.
Ikan-ikan ini bukan sekadar hiasan, tetapi juga investasi wisata bernilai tinggi yang mustahil pembiayaannya hanya dengan anggaran desa.
Karantina Super Ketat, Gunakan Air Standar Galon
Kepala Desa Gunungkuning, Rudi Yudistira Gozali, mengapresiasi hibah ribuan ikan koi tersebut. Untuk memastikan ikan premium ini benar-benar aman, pihak desa menyiapkan proses karantina khusus.
Demi menjaga kualitas dan kesehatan ikan sebelum melepasnya ke kolam, para ahli menggunakan air standar kualitas galon layak minum langsung dari perusahaan air minum. Langkah ini memastikan suhu dan kondisi air tetap stabil sebelum ikan beradaptasi dengan ekosistem danau.
Menuju Wisata Edukasi Kelas Dunia
Kehadiran 2.000 benih koi tersebut tidak hanya mempercantik panorama Situ Cipanten, tetapi juga membuka peluang baru bagi pengembangan wisata edukasi dan ekonomi masyarakat.
Beberapa manfaat antara lain:
- Meningkatkan citra wisata, menjadikan Situ Cipanten ikon edukasi lingkungan di Jawa Barat.
- Mendukung keberlanjutan ekosistem, melalui persilangan alami antara koi lokal dan koi bloodline Jepang.
- Mendorong ekonomi lokal, lewat kunjungan wisatawan dan penghobi koi dari dalam maupun luar negeri.
“Alhamdulillah, mimpi saya agar Situ Cipanten penuh dengan ikan berkualitas tinggi akhirnya terwujud. Saya yakin Cipanten akan mendunia,” ungkap Rudi optimis.
(Abdul)


