GARUT, FOKUSJabar.id: Wabup Garut Jawa Barat (Jabar), Putri Karlina angkat bicara terkait video viral dugaan intimidasi yang diduga dilakukan oleh keluarga Kepala Desa (Kades) Panggalih Kecamatan Cisewu terhadap seorang warga.
Melalui akun Instagram pribadinya @putri.karlina14, Wabup Garut menegaskan telah mengambil langkah tegas dengan berkoordinasi bersama pihak Inspektorat.
BACA JUGA:
Ini Target Bupati Garut untuk TWA Talaga Bodas
Peristiwa tersebut bermula dari unggahan video amatir oleh akun Facebook Holis Muhlisin. Dalam video tersebut, seorang warga Desa Panggalih diduga menjadi korban intimidasi setelah menyuarakan keluhan mengenai pembangunan desa dan rencana perbaikan jalan yang belum terealisasi.
Suasana dalam rekaman tersebut tampak memanas dengan adanya kata-kata kasar dan nada menantang dari pihak yang diduga keluarga Kades.
Putri Karlina menyatakan telah menghubungi Inspektur untuk segera mendatangi Desa Panggalih guna melakukan audit.
“Audit ini bukan untuk mencelakakan Kades. Namun untuk memberikan informasi berimbang ke mana Dana Desa (DD) tersebut mengalir,” ujarnya.
BACA JUGA:
Polsek Cisurupan Polres Garut Monitoring Wisata Gunung Papandayan
Wabup Garut menegaskan, setiap pemimpin atau pejabat publik harus siap menerima kritik. Dia menyayangkan aksi intimidasi tersebut.
Putri Karlina berharap, oknum yang bersangkutan bisa mengambil hikmah dari kejadian tersebut.
Dia mengimbau agar setiap permasalahan di desa tidak diselesaikan dengan emosi atau tindakan intimidatif. Namun dengan keterbukaan informasi kepada masyarakat.
Pihaknya juga mengapresiasi kepada warga yang berani bersuara dan memberikan masukan. Baik melalui konten media sosial maupun kanal komunikasi lainnya.
BACA JUGA:
IPM Garut Rendah, Deden Sopian Bilang Begini
Menurut Putri Karlina, permasalahan tersebut telah mendapat perhatian dari Gubernur Jawa Barat. Pihak Pemkab Garut berkomitmen untuk menangani kasus ini secara transparan.
“Jika pembangunan memang ada, sampaikan datanya. Jika tidak ada, informasikan kendalanya. Harus berimbang agar tidak ada lagi masyarakat yang merasa terintimidasi hanya karena bertanya,” pungkas Putri Karlina.
(Y.A. Supianto)


