BANDUNG, FOKUSJabar.id: Puluhan ribu pengunjung memadati Bandung Zoo sejak Minggu (4/1/2026) pagi. Antusiasme masyarakat meningkat seiring kebijakan masuk gratis yang diberlakukan selama libur panjang.
Tingginya jumlah pengunjung membuat pengelola Bandung Zoo meningkatkan pengawasan dengan melibatkan Satpol PP dan Kepolisian.
BACA JUGA:
Baru Dibuka, Forest Walk Babakan Siliwangi Kota Bandung Dikeluhkan Pengunjung
Para petuhas disiagakan di sejumlah titik untuk mengantisipasi kepadatan serta menjaga ketertiban pengunjung.
Salah seorang pengunjung asal Ciganitri Buah Batu, Ida mengaku rela mengantre demi mengisi waktu liburan anak-anaknya.
“Yang pertama karena gratis. Sekalian mengisi waktu liburan anak-anak sekolah. Lumayan,” kata Ida.
Ida mengaku mengetahui informasi masuk gratis dari media sosial. Dia berharap, ke depan Bandung Zoo tetap dibuka untuk umum dengan harga tiket yang terjangkau.
“Saya tahu dari medsos. Harapannya, ke depan Bandung Zoo dibuka lagi seperti biasa. Yapi dengan harga tiket yang murah dan terjangkau untuk masyarakat bawah,” ucapnya.
Ida juga menyinggung kondisi satwa yang ramai diperbincangkan warganet. Menurutnya, keprihatinan tersebut mendorong sebagian pengunjung memberikan donasi sukarela.
“Kalau lihat di medsos memang memprihatinkan. Terlihat ada satwa yang kurus. Makanya tadi lihat juga ada yang donasi seikhlasnya. Ada yang uang ada juga sayuran buat pakan,” ungkapnya.
BACA JUGA:
Selain Rusak, Forest Walk Babakan Siliwangi Kota Bandung Minim Pengamanan
Humas Bandung Zoo, Sulhan Syafi membenarkan adanya lonjakan pengunjung sejak libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
“Sejak libur Nataru, lonjakannya luar biasa. Rata-rata per hari sekitar 10 ribu pengunjung,” kata Sulhan.
Menurutnya, lonjakan tersebut merupakan dampak dari pernyataan Pemerintah Kota Bandung yang menyebut Bandung Zoo sebagai ruang terbuka hijau yang dapat dikunjungi masyarakat tanpa tiket.
Sulhan menegaskan, saat ini pengunjung bebas masuk tanpa tiket. Namun pengelola tetap membuka opsi donasi secara sukarela.
“Masuk gratis. Bagi yang mau donasi, kami siapkan boks untuk pakan atau donasi dana. Tapi tidak ada tiket masuk,” tegasnya.
Untuk mengantisipasi kepadatan, pihak pengelola mengerahkan 127 karyawan untuk berjaga. Khususnya di area kandang satwa. Sejumlah aktivitas juga dibatasi demi keamanan dan kenyamanan.
“Feeding kami tutup. Pengunjung hanya bisa berkeliling, foto dengan satwa dan menyaksikan atraksi pukul 11.00 WIB. Pengunjung boleh berkeliling, botram dan berkegiatan lain. Tapi tidak memberi makan satwa,” ungkapnya.
BACA JUGA:
Libur Nataru, Kunjungan Wisatawan ke Kota Bandung Tembus 4,5 juta Orang
Melihat tingginya animo masyarakat, pihaknya berharap segera ada pengelolaan sementara agar sistem tiket dapat kembali diberlakukan guna mengontrol jumlah pengunjung.
“Harapan kami, ke depan ada pengelolaan sementara supaya penjualan tiket bisa dibuka lagi dan pengunjung lebih terkontrol,” pungkasnya.
(Yusuf Mugni)


