spot_img
Senin 5 Januari 2026
spot_img

PPP Gelar Milangkala ke-53, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Menuju 2029

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memperingati Milad ke-53 dengan menggelar rangkaian acara Miling Milangkala yang diisi doa bersama pada Senin malam. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini turut melibatkan sejumlah pengurus cabang terdekat, bertepatan dengan hari lahir PPP pada 5 Januari.

Plt Ketua DPW PPP Jawa Barat, Pepep Saepul Hidayat, mengatakan bahwa peringatan milad tahun ini tidak hanya menjadi momentum syukur bagi partai, tetapi juga sarana mendoakan masyarakat yang tengah terdampak bencana alam.

Baca Juga: Waspada Musim Hujan, 6 Penyakit yang Sering Muncul dan Cara Menghindarinya

“Alhamdulillah, malam ini kami melaksanakan Miling Milangkala ke-53. Selain merayakan hari lahir partai, kami juga memanjatkan doa untuk saudara-saudara kita yang sedang mendapat ujian bencana,” ujar Pepep saat memberikan sambutan, Minggu (4/1/2026).

Pada kesempatan tersebut, PPP memaparkan sejumlah program strategis yang telah berjalan selama setahun terakhir. Salah satunya adalah program kaderisasi berbasis kecamatan di 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat. Setiap kecamatan mengirimkan empat peserta yang mengikuti rangkaian pelatihan hingga tuntas. Melalui Latihan Kader Kepemimpinan Dasar (LKKD), peserta disiapkan sebagai kader yang siap ditempatkan di struktur partai, terutama menjelang pergantian kepengurusan di tingkat kecamatan.

PPP juga mulai memperkuat peran kader perempuan melalui pelatihan yang menjadi gagsan dari WPP Jawa Barat. Pelatihan tersebut menyasar aktivis perempuan dari kalangan mahasiswi hingga lembaga-lembaga perempuan, dengan jumlah peserta sekitar 200 orang dalam satu angkatan.

Madrasah Kader Partai

Tak hanya itu, PPP mengembangkan program Madrasah Kader Partai sebagai sarana memperluas basis dukungan. Program ini tidak lagi hanya mengandalkan basis tradisional keluarga besar PPP, tetapi juga menjangkau pemilih pemula dan masyarakat umum yang memiliki ketertarikan terhadap figur kader PPP maupun anggota legislatif di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

Memasuki usia ke-53, arah kebijakan PPP pasca-milad menitikberatkan pada konsolidasi internal. Hal ini menjadi penting mengingat PPP saat ini tidak memiliki perwakilan di Senayan dan akan menghadapi verifikasi faktual menuju Pemilu 2029.

“Verifikasi faktual bukan pekerjaan mudah. Kita harus menyiapkan data dan personel yang tepat. Itu amanat dari DPP dan sedang kami kerjakan,” tegas Pepep.

Terkait dinamika pemerintahan Jawa Barat sepanjang 2025, PPP memastikan tetap akan memberikan kritik dan saran secara proporsional melalui fraksinya di DPRD. Setelah pada Pemilu 2024 PPP kembali memiliki fraksi sendiri, partai menilai penyampaian sikap politik kini dapat dilakukan lebih efektif.

Sementara mengenai target politik ke depan, PPP optimistis bisa meraih hingga 12 kursi pada Pemilu 2029. Dengan catatan konsolidasi dan kaderisasi berjalan optimal. Namun tantangan terbesar yang harus dihadapi saat ini adalah lolos verifikasi faktual. Terlebih Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah penduduk terbesar dan tingkat kerumitan tertinggi.

Dalam hal keterwakilan perempuan, PPP menegaskan komitmen terhadap amanat 30 persen kuota perempuan baik dalam kepengurusan maupun pencalonan legislatif. Meski demikian, partai menekankan pentingnya penguatan kapasitas dan kepercayaan diri kader perempuan sebagai kunci efektivitas kebijakan tersebut.

“Aturan sudah berpihak kepada perempuan. Tinggal bagaimana kita memanfaatkannya secara maksimal,” ujarnya.

PPP juga menegaskan keseriusannya menyiapkan kader untuk kepemimpinan daerah pada 2029. Menurut Pepep, partai politik memiliki mandat untuk mencetak pemimpin masa depan yang berkualitas, dengan tetap mengacu pada regulasi yang berlaku.

“PPP sangat serius mempersiapkan pemimpin ke depan,” pungkasnya.

(Alpin Septian)

spot_img

Berita Terbaru