spot_img
Minggu 4 Januari 2026
spot_img

Kisah Si Pejalan Kaki dari Tasikmalaya ke Pangandaran, Wandi: ‘Seperti Anak Raja’

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Wandi (17), remaja asal Desa Neglasari Kecamatan Pancatengah Kabupaten Tasikmalaya nekat jalan kaki sepanjang 69 kilometer hanya demi untuk melihat laut di Pantai Batukaras Pangandaran.

Wandi merupakan keluarga tidak mampu dan hanya mengenyam pendidikan sampai Sekolah Dasar (SD).

BACA JUGA:

Bantu Remaja Asal Tasikmalaya, Eksponen 96 Apresiasi Kapolres Pangandaran

Dia tidak melanjutkan pendidikannya lantaran tidak ingin menjadi beban keluarga. Sejak itu, Wandi terpaksa bekerja serabutan untuk membantu orangtuanya.

“Wandi sekolah sampai kelas 6 SD. Kenapa tidak melanjutkan sekolah? Karena melihat kondisi orangtuanya yang kurang mampu,” kata Kanit Reskrim Polsek Cijulang Polres Pangandaran, Bripka Zera Janwara melalui pesan WhatsApp, Minggu (4/1/2026).

Saat pertama ditemui di Masjid Agung Al Hikmah Parigi oleh anggota Polsek Cijulang, Wandi mengenakan pakaian gamis, bersandal jepit rusak. Dia kondisinya sangat kelelahan.

Menurut Kanit Reskrim Polsek Cijulang, Wandi hanya membawa uang Rp10 ribu.

“Pada saat ditemukan, Wandi membawa uang Rp10 ribu,” kata Zera.

Kendati demikian, Wandi merasa senang ketika berada di Pantai Batu Karas. Selain bsa melihat laut, Dia juga bisa bermain air di pantai.

Dia merasa derajatnya diangkat oleh Allah SWT. Bagaimana tidak, Wandi diperlakukan istimewa oleh aparat.

BACA JUGA:

Ingin Liburan, Wandi Jalan Kaki dari Tasikmalaya ke Batu Karas Pangandaran

“Pada saat berenang, Dia dijaga oleh anggota Polsek Cijulang. Wandi merasa senang sebagai orang tidak mampu namun dikawal oleh polisi. Seperti putra raja,” kata Zera menirukan ucapan Wandi.

Saat diajak jalan-jalan menggunakan mobil Polisi, Wandi mengeluhkan pusing dan mual. Menurut Zera, hal tersebut karena selama ini Wandi jarang sekali naik mobil.

Wandi merasa sangat beruntung ada di posisi itu. Terlebih menimpa kepada orang yang tidak memiliki banyak uang. Bahkan dia mengatakan, tidak semua orang bisa seberuntung dirinya.

Bukan itu saja, Wandi dipertemukan dengan orang-orang baik selama di Pangandaran.

Polisi memberikan bantal untuk tidur di sofa empuk. Pada pagi harinya diberi makan oleh pemilik warung. Wandi juga diberi bajudan celana oleh Deni Firdaus (warga sekitar).

BACA JUGA:

Jasad Atlet Terjun Payung Ditemukan di Laut Pangandaran-Cilacap

“Setelah berenang, datang Ketua RN (Rukun Nelayan) Batu Karas, saudara Ujang Warman. Dia memberikan uang, baju, celana dan sandal,” kata Zera.

Selepas berenang sekitar pukul 15.00 WIB, Wandi kembali bertolak ke Polsek Cijulang. Karena keluarganya bernama Oman datang untuk menjemput pulang ke Tasikmalaya.

Zera mengatakan, Oman menyampaikan pesan mendalam kepada jajaran Polsek Cijulang. Dia mengucapkan terima kasih dengan penuh ketulusan.

Menurut Oman, jika Wandi tidak ditemukan oleh anggota Polisi di Pangandaran mungkin nasibnya akan berbeda.

BACA JUGA:

Masjid Ar Rohman dan Jembatan Sodongkopo, Ikon Baru Kabupaten Pangandaran

“Keluarga Wandi sangat berterimakasih kepada pihak Polsek cijulang. Apabila tidak ditemukan oleh Kanit Reskrim Polsek Cijulang, mungkin pihak keluarga susah mencari keberadaan wandi,” pungkas Zera.

Sepotong kisah Wandi mengajarkan kita bahwa tekad yang kuat serta niat yang tulus pasti akan dipertemukan dengan orang-orang yang baik.

(Sajidin)

spot_img

Berita Terbaru