BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan kondisi forest walk di Taman Hutan Kota Babakan Siliwangi (Baksil) yang saat ini mengalami kerusakan belum tersentuh perbaikan, bukan karena di abaikan.
Perbaikan jalur pejalan kaki berbahan kayu tersebut di rencanakan mulai di kerjakan pada tahap kedua penataan tahun 2026.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bidang Pertamanan dan Dekorasi Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung, Yuli Ekadiyanti, mengatakan saat ini pekerjaan penataan masih di fokuskan pada area depan kawasan.
Baca Juga: Libur Nataru, Kunjungan Wisatawan ke Kota Bandung Tembus 4,5 juta Orang
“Belum tersentuh. Jadi bukan rusak lalu di biarkan, memang pekerjaannya baru di area depan. Forest walk akan kita fokuskan di tahap kedua tahun 2026, dan anggarannya sudah tersedia,”kata Yuli Sabtu (3/1/2025).
Menurutnya, forest walk Babakan Siliwangi di bangun sejak era Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dan hingga kini belum pernah di lakukan perbaikan. Total panjang jalur tersebut mencapai sekitar 2,2 kilometer, meski kerusakan hanya terjadi di sejumlah titik.
“Tidak semuanya rusak. Ada yang patah karena tertimpa pohon tumbang, ada juga kayu yang sudah rapuh karena faktor cuaca seperti panas, hujan, dan angin,” jelasnya.
Oleh karna itu, DPKP menyiapkan anggaran sekitar Rp3,5 miliar pada 2026 untuk perbaikan forest walk. Dengan demikian, total anggaran penataan Taman Hutan Kota Babakan Siliwangi secara keseluruhan di perkirakan mencapai sekitar Rp6,5 miliar.
Baca Juga: Tahun 2025, Bencana Hingga Kasus Hukum Warnai Kota Bandung
Pengawasan Malam Hari
Selain perbaikan fisik, pihaknya juga menyoroti persoalan keamanan kawasan. Selama ini, petugas hanya berjaga hingga pukul 18.00 WIB sehingga pengawasan di malam hari masih terbatas.
“Kami mulai khawatir, bahkan saat proses pembangunan sudah ada yang mencoba mengambil material besi. Ke depan akan di pertimbangkan penempatan petugas pengamanan,” katanya.
Pada tahap kedua nanti, selain perbaikan forest walk, DPKP juga merencanakan penambahan kanopi di beberapa titik jalur sebagai tempat berteduh pengunjung saat hujan, mengingat jarak menuju pintu keluar kawasan cukup jauh.
“Harapannya pengunjung bisa lebih nyaman dan aman saat beraktivitas di Babakan Siliwangi,” pungkasnya.
(Yusuf Mugni)


