spot_img
Sabtu 10 Januari 2026
spot_img

Warga Tasikmalaya Diduga Korban TPPO Kamboja Minta Pemerintah Bergerak Cepat

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Di balik gemerlapnya media sosial, sebuah video yang beredar, Rabu (24/12/2025) membuka kenyataan pahit yang dialami sekelompok pemuda asal Kabupaten dan Kota Tasikmalaya. Wajah-wajah lelah dan mata yang penuh ketakutan itu datang dari negeri jauh, Kamboja, tempat mereka diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Dalam video tersebut, seorang pemuda bernama Oki Warisman, yang diketahui warga Desa Cikupa, Kecamatan Karangnunggal, berdiri bersama beberapa rekannya. Tidak ada yang bisa mereka tunjukkan selain kegelisahan dan harapan yang hampir padam. Dengan suara bergetar, Oki memohon agar nasib mereka tidak diabaikan.

Baca Juga: Pengusaha Jadi Kunci Tekan Kemiskinan, Pemkab Tasikmalaya Gelar Entrepreneur Awards 2025

“Tolong saya Pak. Kami di sini sudah tidak punya bekal lagi. Kami hanya ingin pulang ke Indonesia,” ucapnya yang ia bisa kirimkan kepada Bupati dan Wali Kota Tasikmalaya.

Mereka bukan hanya meminta bantuan, tetapi menyampaikan jeritan hati. Dalam unggahan itu, mereka menandai para pemimpin negeri, Presiden Prabowo Subianto, Kapolri, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, hingga Bupati Tasikmalaya semua demi satu hal yakni harapan untuk pulang hidup-hidup ke tanah air.

Bekal yang semakin menipis membuat mereka hanya bisa bertahan dari hari ke hari. Mereka berharap cepat mendapatkan perlindungan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kamboja, tempat mereka bergantung penuh untuk proses pemulangan.

Seruan itu langsung mengundang keprihatinan warganet. Banyak yang mendesak Pemerintah Daerah Tasikmalaya untuk bergerak lebih cepat mengamankan warganya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Ridwan Budiarta, melalui pesan WhatsApp menegaskan bahwa kasus ini sudah berada dalam penyelidikan bahkan sebelum videonya viral.

“Sedang kami selidiki dan koordinasikan. Mereka diduga berangkat melalui agen tidak resmi,” ujarnya singkat.

Pelum ada Kontak Dari Pemerintah Setempat

Di sisi lain, seorang pemuda lain yang juga diduga menjadi korban TPPO, Agam, warga Desa Cikupa, memberikan kabar berbeda. Saat dihubungi, ia memastikan bahwa dirinya dan rekan-rekannya dalam keadaan sehat.

“Kami sekarang di penginapan dekat KBRI. Awalnya ada delapan orang, sekarang bertambah satu dari Jawa Barat. Jadi total sembilan orang. Belum ada pihak dari Pemkab Tasikmalaya yang menghubungi,” tuturnya sekitar pukul 00.19 WIB, Kamis (25/12/2025).

Namun, Agam mengaku kegelisahan tetap menyelimuti mereka. Proses pemulangan belum jelas waktunya, sementara kebutuhan hidup di negeri orang terus menguras saku.

“Kami berharap cepat ditangani. Pengeluaran buat makan dan penginapan sehari-hari cukup besar. Kami takut tidak bisa bertahan lama,” kata Agam.

(Irfansyahriza)

spot_img

Berita Terbaru