GARUT, FOKUSJabar.id: Wabup Garut Jawa Barat (Jabar), Putri Karlina memaparkan filosofi ekonomi dan sosial yang mendasari kebijakan larangan membawa kendaraan pribadi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Senin dan Jumat.
Kebijakan tersebut merupakan upaya kolektif ASN untuk menggerakkan ekonomi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) lokal.
BACA JUGA:
Ancaman Bencana Tetap Tinggi, BPBD Garut Perkuat Mitigasi
Wabup Garut mengapresiasi kepada para ASN dalam peningkatan implementasi kebijakan tersebut. Kebijan tersebut berhasil mengurangi kemacetan.
“Saya mengucapkan terima kasih untuk perbaikan dalam pelaksanaan kebijakan tidak membawa mobil di hari Senin. Kita lihat betapa indahnya di depan tidak macet,” kata Putri Karlina.
Dia mengakui bahwa kebijakan ini mungkin menimbulkan kesulitan bagi para ASN. Namun dia menekankan dampak positif yang dirasakan masyarakat.
“Tapi setidaknya dari repotnya kita ada orang yang bahagia. Ada orang yang menikmati. Insya Allah akan jadi pahala tersendiri buat kita,” imbuhnya.
Wabup Garut menjelaskan, di tengah kondisi ekonomi yang “sedang tidak baik-baik saja” dan fenomena menipisnya kelas menengah, ASN yang memiliki gaji tetap diharapkan mengambil peran sentral.
ASN sebagai Penggerak Ekonomi Lokal
Menurut Putri, ASN berada pada posisi yang mengisi kelas menengah dan menjadi harapan bagi UMKM serta para pedagang.
BACA JUGA:
Kebakaran Hanguskan 1 Rumah di Leles Garut
Dengan tidak membawa kendaraan pribadi, ASN diharapkan dapat meramaikan dan membelanjakan uangnya pada transportasi publik. Seperti Ojek Online (Ojol) dan angkot.
“Saya berharap teman-teman meramaikan Ojoldan angkot. Teman-teman bisa ngobrol atau mendengar obrolan di masyarakat. Itu yang mungkin saya harapkan di program ini,” katanya.
Putri memperkirakan, jika setiap dari 14 ribu ASN di Kabupaten Garut membelanjakan minimal Rp3-5 ribu untuk transportasi di hari Senin, total perputaran uangnya akan sangat signifikan.
“Jadi filosofinya adalah kalau di Indonesia sekarang ekonominya harus dibangun bareng-bareng kolektif, kewirausahaannya pun harus bareng-bareng. Harus kolektif juga. Makanya gerakan ini satu tapi dilakukan bareng-bareng. Insta Allah akan memberikan efek yang terasa di masyarakat,” tegasnya.
Imbauan Dukungan Program Sosial “Sapoe Sarebu”
Wabup Garut juga mengimbau ASN untuk aktif mendukung program sosial “Sapoe Sarebu,” sebuah program yang inisiasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Putri menegaskan, peran masyarakat sangat dibutuhkan. Karena pemerintah tidak dapat menanggung semua kebutuhan. Seperti pembiayaan semua kasus orang sakit atau korban bencana alam.
BACA JUGA: Muhammadiyah Garut Galang Donasi Bencana Sumatera Melalui Jalan Sehat
“Dengan prinsip yang sama, kita melaksanakan program Pak Gubernur Sapoe Sarebu. Karena hidup itu adalah iuran/gotong royong,” ungkapnya.
Putri berharap, partisipasi ASN mengisi rekening “Sapoe Saribu” dapat membantu masyarakat yang membutuhkan. Terutama dalam kasus-kasus darurat yang tidak tercover oleh dana pemerintah.
(Y.A. Supianto)


