spot_img
Kamis 8 Januari 2026
spot_img

Priangan Bamboo Fest Kriyaloka 2025 Berakhir, Ini Janji Rani Permata

TASIKMLAYA, FOKUSJabar.id: Priangan Bamboo Fest Kriyaloka 2025 yang diselenggarakan tiga hari di Pusat Pengembangan Industri Kerajinan (PPIK) Kota Tasikmalaya Jawa Barat (Jabar) resmi ditutup Wakil Ketua Dekranasda, Rani Pemayani (Rani Permata), Minggu (14/12/2025) malam.

Rani Permata mengaku puas dengan acara Priangan Bamboo Fest Kriyaloka 2025. Bagaimana tidak, kegiatan yang baru pertama digelar berjalan lancar sukses.

BACA JUGA:

Anggota Tarung Derajat Satlat Dokar Tasikmalaya, Wajib Kuasai 5 Unsur Daya Gerak

“Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan Priangan Bamboo Festival sudah berakhir. Acaranya sangat luar biasa,” kata Rani Permata.

“Ada banyak inspirasi dan juga ide gagasan yang muncul. Karenanya, Kami berkomitmen untuk terus memajukan UMKM kriya di Kota Tasikmalaya,” istri Wakil Wali Kota Tasikmalaya ini menambahkan.

​Penekanan ke depan tindak lanjut nyata. Termasuk rencana pelatihan rutin bagi para pelaku UMKM untuk memastikan sektor kriya Kota Tasikmalaya semakin maju dan berkembang.

​Target Pasar Global

​Menurut Rani Permata, Kota Tasikmalaya memiliki potensi kriya yang sangat besar. Sehingga bisa menjadi sumber penghidupan dan kesejahteraan bagi masyarakat.

Dia menyebut, festival semacam ini adalah peluang emas untuk membuka pintu kolaborasi dengan berbagai pihak. Sekaligus menciptakan pasar yang lebih luas (pasar global).

BACA JUGA:

Keren! Ulot Bikers Community Jabar Resmi Berdiri

​Rani mengapresiasi kepada Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) atas sinergi yang terjalin.

“Kerja sama antarlembaga ini berjalan sangat baik dan berperan optimal dalam melestarikan industri kerajinan di Kota Tasikmalaya,” ungkap Rani Permata.

Batik dan Payung Geulis Harus ‘Nanjeur’

​Dia menyatakan, penutupan Priangan Bamboo Fest Kriyaloka bukan akhir kegiatan. Namun menjadi titik awal untuk melangkah ke acara strategis berikutnya.

Tantangan terbesar adalah membawa produk kerajinan khas Tasikmalaya menembus pasar yang lebih luas. Baik nasional maupun internasional.

​“Warisan sejarah Kota Tasikmalaya seperti Payung Geulis dan Batik harus bisa ‘nanjeur’ (unggul/terkemuka) di mata luar. Batik Tasikmalaya bisa diterapkan di berbagai momen. Baik kasual maupun formal,” tegasnya.

​Rani berharap, kebanggaan terhadap produk lokal dimulai dari para pejabat daerah.

Mereka harus menjadi teladan bagi masyarakat untuk lebih mencintai dan menggunakan produk kerajinan asli Kota Tasikmalaya dalam aktivitas sehari-hari.

​Agenda Rutin Tahunan Dekranasda

Priangan Bamboo Fest Kriyaloka akan dijadikan agenda rutin tahunan oleh Dekranasda Kota Tasikmalaya.

BACA JUGA: Anggota DPRD Jabar Gelar Pendidikan Demokrasi untuk Pelajar di Tasikmalaya

Tujuannya, untuk terus mendorong pertumbuhan UMKM kriya, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memastikan potensi kriya Kota Tasikmalaya gaungnya terdengar hingga mancanegara.

​Pada malam penutupan disajikan secara epik dengan penampilan Kanaya Whulan (Kanaya Whu), vokalis grup musik Emka 9 Band.

Kanaya Whu berhasil membius semua hadirin. Termasuk Rani Permayani dengan alunan lagu-lagu yang membuat hampir semua warga ikut bergoyang.

Priangan Bamboo Fest Kriyaloka 2025 telah meninggalkan jejak, mengukuhkan Tasikmalaya sebagai pusat kriya yang siap bersaing di kancah global.

(Abdul)

spot_img

Berita Terbaru