spot_img
Minggu 30 November 2025
spot_img

Literasi Keuangan Masih Rendah, Easycash Edukasi Mahasiswa SBM ITB

BANDUNG,FOKUSJabar.id: PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash) bersama Ikatan Alumni Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (IA-SBM ITB) serta dua platform pindar lainnya menggelar Kuliah Umum Edukasi Keuangan Pribadi bagi mahasiswa S1 dan S2 SBM ITB.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Bulan Fintech Nasional yang digagas Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH). Tujuannya adalah membekali mahasiswa dengan pemahaman praktis mengenai pengelolaan keuangan dan risiko layanan keuangan digital sebelum mereka memasuki dunia kerja.

Head of Corporate Affairs Easycash, Wildan Kesuma, menegaskan komitmen Easycash sebagai platform pinjaman daring berizin OJK untuk terus menghadirkan edukasi keuangan yang relevan bagi Gen Z dan milenial.

Menurutnya, mahasiswa perlu memahami manfaat dan risiko layanan pindar, teori piramida perencanaan keuangan, hingga ancaman penipuan digital.

“Melalui kegiatan ini, Easycash ingin membantu mahasiswa memahami manfaat dan risiko platform pindar, teori perencanaan keuangan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penipuan digital,”kata Wildan Minggu (30/11/2025).

Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2025 mencatat tingkat literasi keuangan masyarakat meningkat menjadi 65,4%, namun masih tertinggal dari tingkat inklusi keuangan yang sudah mencapai 80,55%.

“Kesenjangan tersebut menunjukkan masyarakat semakin cepat mengakses layanan keuangan, namun belum sepenuhnya memahami cara mengelola risiko dan menjaga keamanan data pribadi,”katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Easycash juga memperkenalkan Modul Bijak Keuangan (MOJANG) yang memuat materi praktis seperti piramida perencanaan keuangan, metode budgeting 50-30-20, cara membedakan kebutuhan dan keinginan, serta pentingnya reputasi kredit.

Menurutnya, generasi muda menghadapi tantangan berupa inflasi, ketidakpastian hidup, dan kebutuhan dana darurat. Beberapa diantaranya adalah, biaya hidup naik, sementara pendapatan tidak selalu naik secepat itu.

Baca Juga:Pemkot Bandung dan ITB Jajaki Kolaborasi Pengananan Sampah Secara Terpadu

“Kita perlu bijak dalam menentukan pengeluaran apa yang harus kita lakukan. Karena dengan adanya inflasi, kebutuhan hidup akan selalu naik, sementara peningkatan pendapatan tidak secepat peningkatan biaya,”ucapnya.

Selain itu, dalam hidup kita konsisten menghadapi ketidakpastian seperti sakit, kecelakaan, atau punya kebutuhan darurat. Kondisi ini membutuhkan perlindungan dalam bentuk asuransi maupun pengumpulan dana darurat.

“Kesimpulannya, kita butuh mengatur
keuangan dengan tujuan tidak hanya untuk berhemat, tetapi juga mempersiapkan diri menghadapi hal yang tidak pasti, dan menjaga masa depan yang baik,”ujarnya.

Oleh karna itu, pihaknya membagikan tiga tips praktis yang dapat mulai diterapkan, yaitu mencatat seluruh pemasukan-pengeluaran, menerapkan metode budgeting 50:30:20, serta konsisten membedakan kebutuhan dan keinginan.

Selain materi keuangan, mahasiswa juga diingatkan agar waspada terhadap penipuan digital yang semakin canggih, termasuk larangan mengunduh aplikasi di luar App Store atau Play Store serta pentingnya memeriksa izin akses aplikasi.

Jika terlanjur berurusan dengan pinjol ilegal, masyarakat dapat menghubungi OJK atau Indonesia Anti Scam Centre (IASC) serta mengamankan bukti-bukti terkait.

“Di tengah maraknya penipuan digital, data pribadi adalah aset paling berharga yang harus dijaga,”jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum IA-SBM ITB, Novrizal Pratama menyampaikan, kesenjangan ini menjadi tantangan berat bagi anak muda yang mulai mengelola pendapatan dan pengeluaran secara mandiri.

“Pengelolaan keuangan bukan hanya soal menabung, tetapi memahami risiko, membuat perencanaan, serta mampu membedakan layanan yang aman dan legal dari layanan yang berpotensi merugikan,” kata Novrizal.

Novrizal menilai kehadiran Easycash sebagai pelaku industri sangat relevan dengan kebutuhan ekosistem pendidikan SBM ITB yang menekankan literasi bisnis, manajemen risiko, dan pemahaman mendalam mengenai dinamika industri digital.

Pihaknya pun mengapresiasi kepada Easycash yang bersedia menghadirkan sesi edukasi bagi mahasiswa dan mendukung peranan alumni sebagai mitra strategis kampus dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan ekonomi digital yang terus berkembang.

(Yusuf Mugni)

spot_img

Berita Terbaru