BANDUNG,FOKUSJabar.id: Peresmian Museum Hidup Angklung mewarnai gelaran Wonderful Angklung in Harmony ke-15 di Udjo Ecoland Cimenyan, Kabupaten Bandung. Minggu (30/11/2025).
Acara tahunan ini, kembali menegaskan peran Saung Angklung Udjo dalam memadukan pelestarian seni budaya dengan upaya konservasi lingkungan.
Ketua DPRD Jawa Barat, Buky Wibawa menyampaikan apresiasi. Atas sinergi antara seni angklung dan konservasi bambu yang di kembangkan di kawasan Udjo Ecoland.
Baca Juga: Ace Hasan: Satkar Ulama Kekuatan Elektoral Partai Golkar
“Intinya, kita melihat sebuah upaya konservasi bambu di lingkungan yang di beri nama Ujo Eco Land,”kata Buky Wibawa.
Menurutnya, pendekatan ini merupakan contoh nyata bagaimana kesenian dapat berkolaborasi dengan masyarakat dan lingkungan. Untuk menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga keseimbangan alam. Terlebih, Cimenyan termasuk wilayah rawan longsor saat musim hujan.
“Jadi ini sebuah percontohan. Kita harus menjaga lingkungan dengan menanam bambu di area konservasi ini yang kebetulan di kelola melalui kolaborasi dengan Eco Land,”ungkapnya.
Angklung Sebagai Warisan Budaya
Dalam kesempatan yang sama, Buky Wibawa secara simbolis membuka area Museum Hidup Angklung. Yang tidak hanya menampilkan perjalanan angklung sebagai warisan budaya tetapi juga memadukannya dengan konservasi tanaman bambu.

“Saya hadir di minta untuk membuka sebuah wilayah yang kita sebut sebagai museum hidup Angklung. Yang berpadu dengan upaya konservasi, khususnya untuk tanaman bambu,” ucapnya.
Ia juga memuji konsep pengembangan berbasis komunitas (community-based development). Yang telah lama di jalankan oleh Saung Angklung Udjo, termasuk pelibatan anak-anak dalam berbagai penampilan.
Baca Juga: Inilah Layanan Aduan Bapenda Jabar, “Pojok Samsat Kudu Bisa”
“Keterlibatan dalam kegiatan berkesenian, khususnya Angklung. Akan menjadi pengalaman penting yang nantinya menumbuhkan kesetiaan terhadap nilai-nilai seni tradisi yang kita punya. Yang penting itu bagaimana anak-anak di libatkan, lalu perlahan-lahan beradaptasi dengan produk warisan budaya kita,” tuturnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Saung Angklung Udjo, Taufik Hidayat Udjo. Menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen menjaga angklung sebagai warisan budaya dunia sesuai amanat UNESCO.
Pihaknya juga menyampaikan terima kasih atas dukungan konkret Ketua DPRD Jabar. Di wujudkan melalui penyerahan 1.000 bibit bambu hitam untuk keberlanjutan bahan baku angklung sekaligus penguatan konservasi lingkungan.
“Dukungan itu membuat semua hal tersebut benar-benar bisa terwujud bukan hanya omong kosong,” tegasnya.
(Yusuf Mugni)


